29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Kematian Ikan Diduga Akibat Pakan * Peternak Wajib Bayar Angsuran Modal

Bangli (BisnisBali) -Kematian ikan nila yang terjadi tiap hari di sejumlah jakapung atau keramba di kawasan Danau Batur diduga disebabkan oleh bekas pakan ikan yang banyak mengendap di bawah keramba apung.

Hal ini menyebabkan terjadi proses kimia di dasar keramba yang menyebabkan munculnya amoniak yang berakibat ikan mati. Demikian disampaikan kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Bangli Drh. I Wayan Sutapa, Ms didampingi Kabag Humas dan Protokol Drs. I Dewa Gede Supartha, M.M., menjawab pertanyaan wartawan Kamis (28/2) kemarin.

Sutapa mengatakan, meski terjadi kasus itu pihaknya berharap agar petani ikan yang menerima bantuan permodalan dari pemerintah melalui BRI jangan sampai melupakan kewajibannya untuk membayar cicilan.

” Kami khawatir jangan sampai kasus ini dijadikan alasan petani ikan untuk tidak membayar cicilan bantuan pemerintah melalui BRI,” harap Sutapa. Sebab, lanjutnya, bantuan tanpa agunan yang telah diterima petani ikan tersebut selain akan membawa citra, juga akan sangat berpengaruh pada bantuan permodalan lainnya yang kemungkinan akan dikucurkan pemerintah.

”Jangan sampai dengan alasan itu, pengembalian bantuan permodalan tanpa agunan itu mandek yang tentunya bisa membawa konsekuensi baik bagi petani maupun pemerintah kabupaten,” harap Sutapa.

Sesungguhnya, lanjut Sutapa untuk mencegah kasus kematian ikan tersebut bisa dilakukan petani dengan cara memindahkan lokasi jakapung atau keramba miliknya. ”Dengan cara seperti itu, konsentrasi proses kimia bekas pakan ikan tidak akan berpengaruh pada ikan. Sebab ikan telah menempati lokasi baru,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Drs. I Gede Parwata salah seorang pemilik japakung dan keramba ikan nila gip di kawasan Danau Batur sempat mengeluhkan kasus kematian ikan yang dibudidayakan di jakapung atau keramba. Meski jumlah ikan yang mati tidak sampai mencapai 1%, namun hal ini tentunya membuat petani ikan cukup khawatir akan kelangsungan nasib mereka. *jel

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost