Jakarta (BisnisBali) –Pemerintah menawarkan
obligasi negara ritel ORI004 kepada masyarakat melalui 18
agen penjual yang telah ditetapkan mulai 25 Februari hingga
6 Maret 2008.
"Masa penawaran oleh agen penjual mulai 25 Februari hingga
6 Maret 2008, penjatahan tanggal 10 Maret 2008, penerbitan
12 Maret 2008, dan listing di pasar modal 13 Maret 2008,"
kata Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto di
Jakarta, Rabu kemarin.
Rahmat mengatakan, sama dengan ORI-ORI sebelumnya, minimal
pembelian ORI004 adalah sebesar Rp 5 juta dan maksimal pembelian
adalah Rp 3 milyar.
Sementara tenor ORI004 selama 4 tahun atau akan jatuh tempo
pada 12 Maret 2012 dengan tingkat kupon sebesar 9,50 persen
yang akan dibayarkan 12 kali dalam setahun.
Mengenai target penerbitan ORI004, Darmin menyatakan, pihaknya
tidak mengumumkan target penerbitan karena akan tergantung
juga kepada seberapa besar minat masyarakat.
"Kami memang memiliki internal yaitu target yang diajukan
oleh masing-masing agen penjual. Kami punya angka tapi angka
internal itu selalu berubah," katanya.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, katanya, pada hari kedua
biasanya sudah mulai ada permintaan tambahan kuota dari agen
penjual yang sudah kehabisan kuota.
Pada ORI001 tahun 2006, pemerintah menyerap dana sebesar Rp
3,28 trilyun dengan kupon sebesar 12,05 persen, ORI002 tahun
2007 sebesar Rp 6,23 trilyun dengan kupon 9,28 persen, dan
ORI003 tahun 2007 sebesar Rp 9,40 trilyun dengan kupon 9,40
persen.
Pada tahun 2008 ini, pemerintah merencanakan penerbitan ORI
sebanyak dua kali yaitu pada Maret dan September 2008.
"Tahun ini rencananya dua kali yaitu Maret dan September.
Sekarang masih masih konvensional, nanti ke depan akan ada
ORI syariah atau sukuk," jelasnya. *ant
|