Denpasar (BisnisBali) -Proses akuisisi Bank Sinar
Harapan oleh Bank Mandiri terus berlanjut. Selasa (19/2) telah
digelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank
Sinar untuk membahas kelanjutan dari proses akuisisi.
RUPSLB kemarin sedikit berbeda karena selain dihadiri oleh
pemegang saham lama juga dihadiri pihak Bank Mandiri dalam
kapasitas sebagai peninjau.
Direktur Utama Bank Sinar Harapan Bali Drs. Ida Bagus Kade
Perdana, MM RUPSLB ini bertujuan untuk makin memantapkan proses
akuisisi dari Bank Sinar ke Bank Mandiri. Intinya semua pemegang
saham menyambut positif proses akuisisi ini.
Dalam RUPSLB ini juga dibahas rencana selanjutnya dari Bank
Sinar termasuk menjadi bank yang fokus menangani UMKM. “Hasil
dari RUPSLB ini secepatnya akan diserahkan ke Bank Indonesia
untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Terkait dengan penempatan orang Bank Mandiri di Bank Sinar,
Perdana menjelaskan saat ini sudah ada orang yang ditempatkan
di Bank Sinar untuk ikut memantau secara langsung proses akuisisi.
Ke depan, kemungkinan besar Bank Mandiri juga akan menaruh
orangnya di jajaran direksi dan komisaris. Menurutnya, saat
ini pihaknya sedang menunggu hasil keputusan RUPS Bank Mandiri
yang akan dilaksanakan pada 17 Maret ini. “Mudah-mudahan
proses akuisisi berjalan dengan lancar sehingga akhir Maret
semuanya sudah bisa rampung,” jelasnya.
Sementara menyangkut rencana bisnis tahun depan, Perdana mengatakan
akan banyak mengalami perubahan terutama dari segi target
penghimpunan dana pihak ketiga dan kredit.
Untuk kredit tahun ini ditargetkan naik sekitar 40 persen.
Hingga saat ini, jelasnya, Bank Sinar belum ada rencana untuk
melakukan ekspansi ke luar Bali baik itu ke daerah timur Bali
atau barat.
Perdana menegaskan, Bank Sinar untuk sementara akan fokus
untuk konsolidasi di Bali dulu. Dalam waktu dekat akan dibuka
sejumlah kantor baik itu kantor kas maupun kantor cabang pembantu
di sejumlah kabupaten di Bali.
Ia melihat potensi di Bali masih cukup besar dan belum dimanfaatkan
secara optimal. Bank jreeeng, tegas Perdana akan mengambil
sejumlah terobosan penting dalam rangka mengoptimalkan fungsi
intermediasinya di tengah masyarakat Bali yang sebagian besar
bergerak di sektor UMKM. *bia