21 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

City Hotel Tingkatkan Pengamanan Lingkungan
Denpasar (BisnisBali) - Adanya tindakan kekerasan menimpa wisatawan mancanegara (wisman) termasuk ancaman teror bom dan ledakan tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke city hotel.

Guna mengantisipasi dampak negatif dari aksi teror tersebut, manajemen city hotel hanya mengupayakan peningkatan pengamanan di lingkungan hotel. Demikian dikemukakan Manajer Room Hotel Nikki, Hadi Gunawan, Rabu (20/2) kemarin.

Dikatakan, adanya aksi peledakan dan ancaman teror yang terjadi di Bali memang cukup meresahkan pelaku pariwisata termasuk di sektor perhotelan. Ini di antaranya disikapi manajemen hotel dengan meningkatan pengamanan di lingkungan hotel masing-masing.

Dijelaskan, tiap staf di lingkungan hotel juga diarahkan untuk mengamankan kawasan kerjanya masing-masing. Manajemen hotel juga menginstruksikan petugas keamanan hotel memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk lingkungan hotel. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya teror bom termasuk aksi-aksi kejahatan yang kemungkinan bisa menimpa wisatawan.

Dipaparkan, adanya teror bom dan aksi kejahatan yang menimpa wisatawan tidak terlalu berpengaruh keinginan wisatawan domestik menginap di city hotel. Salah satu contoh di hotel Nikki tingkat hunian hotel masih pada posisi normal kisaran 50 %.

Kunjungan wisatawan domestik pada Februari 2008 ini terlihat sedikit melonjak pada perayaan Imlek. Kunjungan wisdom ke city hotel akan mengalami peningkatan setelah perayaan Nyepi Maret 2008 mendatang. Pertengahan Maret ini merupakan bagian liburan panjang sekolah maupun perusahaan.

Senada dikatakan Operasional Manajer Taman Wisata, Wayan Rajin. Belum terlihat ada, wisdom yang membatalkan pesanan kamar hotel yang diakibatkan oleh aksi teror bom.

Menurutnya, kemungkingan dampak kekerasan tersebut hanya akan mempengaruhi vila-vila yang menyasar pasar domestik maupun wisman. Wisdom yang berkunjung ke Kota Denpasar melihat teror bom dan aksi kekerasan yang menimpa wisatawan di Bali sifatnya masih permasalahan pribadi. Ini tentunya tidak akan menganggu kenyaman keberadaan mereka ketika berlibur di Bali atau di pusat kota.

Ia mengatakan kedatangan wisdom umumnya akan banyak pada liburan sekolah Juni-Juli. Peningkatan kunjungan wisdom ini akan terjadi pada perayaan hari besar seperti Natal, Tahun Baru dan Lebaran. “Pada hari besar dan liburan sekolah wisdom yang menginap di city hotel akan banyak,” paparnya.
*kup
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost