Denpasar (BisnisBali) - Adanya tindakan kekerasan
menimpa wisatawan mancanegara (wisman) termasuk ancaman teror
bom dan ledakan tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan domestik
(wisdom) ke city hotel.
Guna mengantisipasi dampak negatif dari aksi teror tersebut,
manajemen city hotel hanya mengupayakan peningkatan pengamanan
di lingkungan hotel. Demikian dikemukakan Manajer Room Hotel
Nikki, Hadi Gunawan, Rabu (20/2) kemarin.
Dikatakan, adanya aksi peledakan dan ancaman teror yang terjadi
di Bali memang cukup meresahkan pelaku pariwisata termasuk
di sektor perhotelan. Ini di antaranya disikapi manajemen
hotel dengan meningkatan pengamanan di lingkungan hotel masing-masing.
Dijelaskan, tiap staf di lingkungan hotel juga diarahkan untuk
mengamankan kawasan kerjanya masing-masing. Manajemen hotel
juga menginstruksikan petugas keamanan hotel memperketat pengawasan
di pintu-pintu masuk lingkungan hotel. Ini dilakukan untuk
mengantisipasi kemungkinan adanya teror bom termasuk aksi-aksi
kejahatan yang kemungkinan bisa menimpa wisatawan.
Dipaparkan, adanya teror bom dan aksi kejahatan yang menimpa
wisatawan tidak terlalu berpengaruh keinginan wisatawan domestik
menginap di city hotel. Salah satu contoh di hotel Nikki tingkat
hunian hotel masih pada posisi normal kisaran 50 %.
Kunjungan wisatawan domestik pada Februari 2008 ini terlihat
sedikit melonjak pada perayaan Imlek. Kunjungan wisdom ke
city hotel akan mengalami peningkatan setelah perayaan Nyepi
Maret 2008 mendatang. Pertengahan Maret ini merupakan bagian
liburan panjang sekolah maupun perusahaan.
Senada dikatakan Operasional Manajer Taman Wisata, Wayan Rajin.
Belum terlihat ada, wisdom yang membatalkan pesanan kamar
hotel yang diakibatkan oleh aksi teror bom.
Menurutnya, kemungkingan dampak kekerasan tersebut hanya akan
mempengaruhi vila-vila yang menyasar pasar domestik maupun
wisman. Wisdom yang berkunjung ke Kota Denpasar melihat teror
bom dan aksi kekerasan yang menimpa wisatawan di Bali sifatnya
masih permasalahan pribadi. Ini tentunya tidak akan menganggu
kenyaman keberadaan mereka ketika berlibur di Bali atau di
pusat kota.
Ia mengatakan kedatangan wisdom umumnya akan banyak pada liburan
sekolah Juni-Juli. Peningkatan kunjungan wisdom ini akan terjadi
pada perayaan hari besar seperti Natal, Tahun Baru dan Lebaran.
“Pada hari besar dan liburan sekolah wisdom yang menginap
di city hotel akan banyak,” paparnya.
*kup
|