Kuta (BisnisBali) –Pelaku pariwisata Bali berharap
dalam rangka Visit Indonesia Year (VIY) 2008 Bali memiliki
pelabuhan khusus wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan
mancanegara (wisman) ke Bali.
“Bali perlu mempersiapkan pelabuhan khusus untuk menjaring
wisatawan yang melalaui jalur laut. Sebab saat ini yang terjadi
di Bali ada pencampuradukan fungsi pelabuhan sebagai pelabuhan
kapal penumpang, kapal ikan, kargo dan juga kapal cruise,
akan tidak menguntungkan pariwisata Bali.
Terlebih pemerintah menargetkan kunjungan tujuh juta wisatawan
mancanegara (wisman) dalam Visit Indonesia Year (VIY) 2008,”
ungkap pemilik wisata Bahari, I Nyoman Sariana, Rabu (20/2)
kemarin di Kuta.
Menurut Sariana, dengan target tujuh juta wisatawan asing,
Bali layak memiliki pelabuhan yang dapat menampung wisatawan
yang menggunakan kapal pesiar (cruise) dari mancanegara.
Ia mengatakan, dengan keberadaan pelabuhan khusus wisata itu
diyakini bisa mendorong meningkatnya wisatawan ke daerah tujuan
lain terutama kawasan Timur Indonesia seperti Bali.
“Setiap tahun lebih dari 2.000 kapal layar melintas
di selatan perairan Indonesia tanpa masuk ke pelabuhan. Padahal,
jika Bali mampu menyiapkan pelabuhan bertaraf internasional
jutaan wisatawan akan berlabuh di Bali,” tandasnya.
Dirinya menyayangkan jika jutaan wisatawan batal ke Bali akibat
tidak tersedianya pelabuhan wisata yang bertaraf internasional.
*pwt
|