21 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Mulai Hari Ini, Listrik di Bali Padam
Denpasar (BisnisBali) -Mulai Kamis (21/2) hari ini, dipastikan listrik di Bali padam. Hal tersebut terjadi, karena kapal yang membawa pasokan bahan bakar tidak bisa merapat ke dermaga.

Untuk menghindari adanya pemadaman secara menyeluruh dan tenggang waktu yang lama, masyarakat tetap diminta ikut berpartisipasi dalam gerakan penghematan.

Kepala Humas PLN Distribusi Bali, Hendra Saleh, di Denpasar, Rabu (22/2) kemarin mengatakan, badai Nicolas yang terjadi belakangan ini, membuat kapal yang membawa pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik, tidak dapat merapat ke masing-masing dermaga. Akibatnya, pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak dan batubara tidak bisa dioperasikan.

‘’Menurut BMG, cuaca buruk ini akan terjadi hingga akhir Februari dan kapal yang membawa bahan bakar tidak dapat merapat ke masing-masing dermaga.

Pasokan bahan bakar otomatis tidak ada dan beberapa pembangkit listrik seperti di Tanjung Jati dan Paiton terpaksa tidak diaktifkan. Akibatnya listrik Jawa-Bali mengalami defisit 1.000 MW,’’ ujarnya, didampingi Supervisor Humas PLN Distribusi Bali, IGAN Mastika.

Dari divisit 1.000 MW, kata Hendra, Bali kebagian defisit 100 MW. Sementara menggunaan listrik yang ada saat ini mencapai 440 MW. Terhadap kekurangan pasokan itu, kata dia, listrik di daerah Bali juga mengalami pemadaman, mulai Kamis (21/2) ini.

Namun untuk mengurangi limit waktu (durasi pemadaman) masyarakat diminta untuk tetap melakukan penghematan. Mematikan lampu 50 watt di masing-masing pelanggan R1 dan 100 watt pada pelanggan dengan daya 1.300 W.

‘’Pada Rabu kemarin sebenarnya sudah ada pemadaman, cuma yang terkena hanya di daerah Padang Sambian, Pupuan dan Kerambitan. Namun hari ini akan dilakukan pemadaman lebih luas lagi,’’ ujarnya.

Lantas, bagaimana pola pemadaman listrik di Bali ini? Pemadaman listrik di Bali, kata Hendra, dibagi menjadi 3 wilayah. Untuk di wilayah Bali Selatan komposisi pemadamannya mencapai 50 persen. Wilayah Bali Timur dan Bali Utara, masing-masing sebesar 25 persen.

‘’Meski terjadi kondisi darurat, untuk fasilitas umum seperti rumah sakit kita berikan prioritas supaya tidak ada pemadaman listrik. Begitu pula ketika terjadi pelantikan Bupati Gianyar pada Kamis ini, kita jaga agar listrik tetap menyala,’’ ujarnya.

Tindakan pemadaman listrik, kata dia, juga berdampak terhadap menurunnya penjualan listrik. Otomatis penggunaan listrik di lingkungan masyarat juga berkurang.

‘’Sampai saat ini kita masih menjual listrik Rp 700 per kWh ke pelangggan. Sementara jumlah bahan bakar minyak yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pembangkit listrik di Bali mencapai 1,5 juta liter,’’ terangnya. *nat

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost