Denpasar (BisnisBali) –Ketua Perkumpulan Kinologi
Indonesia (Perkin) Wilayah Bali, Drs. I Gede Winten Sumerta
di Denpasar, Rabu kemarin mengungkapkan, ada indikasi anjing
ras kintamani akan dipatenkan oleh pihak luar negeri.
Untuk menghindari kejadian itu, masyarakat hendaknya secara
aktif mendaftarkan anjing ras asli daerah Kintamani yang dipeliharanya,
sehingga yang terdaftar pada Perkin bisa segera mencapai angka
seribu ekor.
Jika jumlah yang teregistrasi telah mencapai seribu ekor,
keberadaan binatang peliharaan dengan ciri khas berbulu panjang
itu bisa diakui dunia internasional.
Seusai bertemu dengan Wali Kota Denpasar, Drs. AA Puspayoga,
ia mengatakan, untuk mencapai keinginan tersebut Perkin Bali
melakukan sosialisasi lewat kegiatan jalan santai bersama
anjing peliharaan masing-masing pada awal Maret mendatang
di Denpasar.
Dalam kegiatan nanti akan dilakukan demo berbagai kemampuan
anjing ras kintamani di depan masyarakat termasuk para penggemarnya.
Melalui sosialisasi itu diharapkan juga akan mengangkat harkat
binatang peliharaan tersebut.
Sumerta mengatakan, memelihara anjing kintamani, binatang
yang berbulu bersih itu secara baik, maka hasilnya tidak akan
jauh berbeda dengan anjing ras dari luar yang selama ini telah
menjadi kebanggaan banyak orang.
Untuk menuju pengakuan dunia internasional, Perkin Bali harus
menghimpun setidaknya seribu ekor anjing ras kintamani. Untuk
mencapai jumlah tersebut tidak terlalu sulit, apalagi keberadaan
anjing kebanggaan itu makin mendapat perhatian penghobi satwa.
Puspayoga pada kesempatan itu mengaku sangat mendukung pemuliabiakan
anjing ras kintamani, sehingga kedepan satwa kesayangan masyarakat
Bali itu bukan saja diakui di tingkat nasional tetapi dunia
internasional.
Populasi anjing kintamani semakin berkembang juga berkat peran
Perkin yang sangat strategis, dengan terus mensosialisasikan
cara pemeliharaanya.
Anjing kintamani memiliki intelegensi tidak kalah dengan anjing
ras luar negeri. Dinas Peternakan Kota Denpasar diminta bersinergi
program dengan Perkin Bali, termasuk mengantisipasi banyaknya
anjing liar di berbagai sudut kota. *ant