Denpasar (BisnisBali) –Meski harganya relatif
murah, sajian tempe memiliki nilai jual yang lebih karena
bisa diolah menjadi beragam variasi menu. Kandungan gizi yang
dimiliki tempe, ditambah dengan kemampuan untuk disajikan
jadi beragam menu membuat tempe jadi makanan yang bernilai
lebih.
“Tempe tampilannya nampak sederhana, namun kesederhanaan
tersebut tidak membuat menu dari bahan baku kedelai itu jadi
masakan yang membosankan.
Sebab, beragam menu sajian yang bisa diolah dari tempe ini
bisa memancing selera,” tutur Vera, pebisnis rumah makan
(RM) dan sekaligus pebisnis katering di Denpasar, Rabu (20/2)
kemarin.
Terang Vera, bila mau berinovasi dalam hal masakan sebenarnya
ada banyak sajian menu yang bisa diperoleh hanya dengan menggunakan
bahan utama dari tempe ini.
Di antaranya, tahu tempe pedas manis, tempe masak kemangi,
tempe bumbu kremes, bahkan dalam bentuk sajian sambal tempe
sekali pun.
Imbuhnya, bagi pebisnis RM inovasi produk ini dibutuhkan sebab
akan memberi pilihan baru bagi konsumen untuk berkunjung kembali,
sedangkan bagi rumah tangga tentunya akan memberi variasi
menu berbeda dan menunjang asupan gizi keluarga mengingat
tempe merupakan salah satu makanan yang mengandung gizi cukup
baik.
Jelasnya, di antara semua olahan menu tersebut rata-rata pengolahan
tempe ini cukup sederhana dan mudah dilakukan siapa saja,
tak terkecuali para pebisnis RM lainnya yang ingin menggunakan
pilihan menu tempe ini sebagai penunjang bisnis.
Katanya, pengolahan sajian tempe masih tetap memerlukan bumbu-bumbuan
standar yang murah dan gampang didapat di pasaran seperti
pengolahan pada masakan lainnya.
“Untuk membuat olahan tempe dalam sajian menu selain
digoreng, kita hanya perlu bumbu standar seperti daun jeruk,
gula pasir, cabai rawit dan garam,” ujarnya.
Imbuhnya, perbedaan hanya terletak pada cara pengolahannya
saja, sebab pengembangan rasa pada olahan tempe, dibutuhkan
beberapa pendukung rasa yang ingin ditonjolkan dengan takaran
tertentu.
Tambahnya, hanya dengan mengolah secara sederhana, sajian
menu tempe tersebut bisa disajikan dalam sekejap dan mampu
bernilai jual bila akan digunakan sebagai komoditi bisnis.
Hal serupa juga diungkapkan Wati Dwiyanti, pebisnis serupa
di Denpasar. Diakui, sajian tempe dengan memvariasikan penyajian
merupakan salah satu langkah efektif untuk memancing pembeli,
apalagi menu tempe itu sendiri sangat digemari masyarakat
sehingga akan lebih mudah mengangkat nilai jual tempe di pasaran.
”Tempe kalau hanya digoreng saja, sudah banyak peminatnya.
Apalagi bila diolah jadi menu lainnya, akan lebih mengundang
selera penikmatnya,” tandasnya.
Sementara itu menyinggung perkembangan terakhir terkait lonjakan
harga tempe di pasaran, diakui, itu memang berpengaruh pada
penambahan biaya produksi usaha RM. Cuma itu bisa teratasi,
mengingat pembelian konsumen (pengunjung RM) masih tetap stabil
hingga kini.*man
TEMPE-Tempe bisa diolah menjadi berbagai
menu, sehingga tak membosankan bagi konsumen.
Sambal tempe Asam Manis
Bahan:
150 gr buncis, potong 3 cm
150 gr tempe, iris tipis
10 bh hati ayam, potong dadu
1 papan petai, iris dengan kulitnya
2 bh cabai merah, iris serong halus
75 gr gula merah, iris halus
2 lbr daun salam
1 sdm air asam kandis
1/2 sdt garam
Haluskan:
5 bh cabai merah
5 bh bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt ketumbar sangrai
Cara membuat:
1. Panaskan minyak, goreng buncis, tempe, hati ayam, dan
petai secara terpisah, angkat dan tiriskan.
2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum, masukkan
cabai merah dan daun salam, aduk rata.
3. Tambahkan gula merah, masak sampai meletup-letup, tuang
air asam, aduk rata lalu masukan buncis, tempe, hati ayam,
dan petai. Aduk rata, masak sampai bumbu meresap. Angkat.
* Disajikan untuk 6 orang.