21 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Amlapura (BisnisBali) -Total 15 jukung bantuan Pemprop Bali yang diperuntukkan bagi nelayan di Kecamatan Kubu tak bisa digunakan karena ukurannya yang tidak sesuai harapan nelayan.

Saat ini perahu untuk menangkap ikan itu hanya diparkir di pesisir. Meski baru diterima dalam hitungan minggu, ternyata kondisi perahu sudah retak pada beberapa bagian sisinya dan cat yang digunakan pun tampak sudah terkelupas.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Ketapang Mas, Tianyar Tengah, Kubu Wayan Suwita, jukung bantuan tersebut sampai saat ini belum bisa digunakan untuk melaut. “Jukung tersebut masih mentah. Selain itu, ukurannya yang lebih besar membuat jukung lebih berat,” katanya.

Hal ini mengakibatkan nelayan enggan menggunakannya karena untuk membawa jukung tersebut ke tengah laut perlu tenaga 12 orang untuk mengangkat saja.

Sementara Kelompok Ketapang Mas sendiri jumlahnya hanya 12 orang, sedang bantuan yang diterima 3 buah. Suwita menolak kalau jukung tersebut dikatakan mubazir, namun untuk sementara belum bisa dioperasikan.

Nelayan Gde Rai menambahkan, untuk bisa mengoprasikan jukung tersebut harus diperbaiki lebih dulu. Menurut dia, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengeringkan jukung yang terbuat dari kayu belalu tersebut.

“Kayu jukung itu sekarang ini masih basah sehingga sangat berat. Hanya untuk memperbaiki jukung tersebut dibutuhkan biaya sekitar Rp 3 juta. Karena alasan itulah, jukung tersebut untuk sementara waktu diparkir saja,” ujar Rai. *rah

Ada foto
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost