Amlapura (BisnisBali) -Total 15 jukung bantuan Pemprop
Bali yang diperuntukkan bagi nelayan di Kecamatan Kubu tak
bisa digunakan karena ukurannya yang tidak sesuai harapan
nelayan.
Saat ini perahu untuk menangkap ikan itu hanya diparkir di
pesisir. Meski baru diterima dalam hitungan minggu, ternyata
kondisi perahu sudah retak pada beberapa bagian sisinya dan
cat yang digunakan pun tampak sudah terkelupas.
Menurut Ketua Kelompok Nelayan Ketapang Mas, Tianyar Tengah,
Kubu Wayan Suwita, jukung bantuan tersebut sampai saat ini
belum bisa digunakan untuk melaut. “Jukung tersebut
masih mentah. Selain itu, ukurannya yang lebih besar membuat
jukung lebih berat,” katanya.
Hal ini mengakibatkan nelayan enggan menggunakannya karena
untuk membawa jukung tersebut ke tengah laut perlu tenaga
12 orang untuk mengangkat saja.
Sementara Kelompok Ketapang Mas sendiri jumlahnya hanya 12
orang, sedang bantuan yang diterima 3 buah. Suwita menolak
kalau jukung tersebut dikatakan mubazir, namun untuk sementara
belum bisa dioperasikan.
Nelayan Gde Rai menambahkan, untuk bisa mengoprasikan jukung
tersebut harus diperbaiki lebih dulu. Menurut dia, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengeringkan jukung
yang terbuat dari kayu belalu tersebut.
“Kayu jukung itu sekarang ini masih basah sehingga sangat
berat. Hanya untuk memperbaiki jukung tersebut dibutuhkan
biaya sekitar Rp 3 juta. Karena alasan itulah, jukung tersebut
untuk sementara waktu diparkir saja,” ujar Rai. *rah
Ada foto
|