Denpasar (BisnisBali) –Berbagai kendala kini
menghadang bisnis warnet. Salah satunya adalah ancaman virus
dan kejahatan internet. Jika tak segera diatasi, ancaman itu
bisa mematikan usaha warnet. Mengapa?
Salah seorang pengelola usaha warnet di Denpasar, Made Sumirka,
Rabu (20/2) kemarin mengatakan, virus merupakan salah satu
kendala yang sering dihadapi pengelola warnet.
Meski demikian, virus ini cukup mudah diatasi. Pengelola warnet
umumnya melakukan install ulang untuk mengatasinya.
Di samping itu, untuk mengatasi serangan virus ini, pengelola
warnet umumnya telah melengkapi perangkatnya dengan program
antivirus. “Jika program ini tak mempan, untuk mengatasi
serangan virus ini, biasanya dilakukan install ulang,”
katanya.
Ia mengatakan, sebagian besar pelanggan warnet adalah orang-orang
yang ingin mencari data atau informasi tertentu. Mereka biasanya
akan membutuhkan tempat untuk menyimpan data yang diambil
dari internet. “Dengan banyaknya penggunaan disket atau
flashdisk, tentu akan menambah risiko keluar masuknya virus,”
ungkapnya.
Sementara itu, Nyoman Sukardi, pengelola warnet lainnya menambahkan,
penggunaan disket dan flashdisk memang sulit dihindari.
Jika pelanggan dibatasi menggunakan disket atau flashdisk,
itu akan merugikan usaha warnet itu sendiri. “Dampaknya,
konsumen akan enggan berkunjung ke warnet, karena tak bisa
memindahkan data yang diambilnya dari internet,” ungkapnya.
Beberapa pengelola warnet memang ada yang membatasi penggunaan
disket atau media yang bisa dipindah-pindah lainnya. Ini dimaksudkan
untuk mencegah masuknya virus. “Di samping membatasi
penggunaan disket dan flashdisk, mereka juga menggunakan program
antivirus yang cukup ampuh,” katanya.
Kendala lain seperti kejahatan internet, juga cukup mengkhawatirkan
pengelola warnet. “Jika kejahatan internet terjadi,
pengelola warnet yang selalu kena batunya. Di Indonesia, aturan
main tentang bisnis warnet masih belum jelas,” katanya.
Meski demikian, di samping mengatasi berbagai kendala itu,
pengelola warnet juga akan senantiasa bersaing, baik dalam
soal harga, pelayanan, hingga peralatan komputer yang memadai.
“Jika pelayanan yang diberikan memuaskan, kami yakin
pelanggan pasti akan datang kembali,” ujarnya. *yas