Amlapura (BisnisBali) -Program pembangunan melalui
skema padat karya diharapkan dapat menjadi alternatif solusi
dalam membantu mengatasi lapangan kerja di pedesaan.
Kabid Peningkatan Kualitas SDM dan Pendayagunaan TK Drs. I
Wayan Subandi mengatakan, tahun 2007 program padat karya dilaksanakan
di Kecamatan Abang, Desa Kertamandala dalam bentuk padat karya
produktif perbaikan irigasi subak Kebon Agung dengan menyerap
tenaga kerja sejumlah 40 orang.
Di Desa Muntigunung Desa Tianyar Barat dilaksanakan dalam
bentuk program padat karya infrastruktur yakni pembukaan dan
pelebaran jalan Muntigunung-Songan sepanjang 3 km, dengan
menyerap 80 tenaga kerja, dengan dana Rp 113 juta.
“Tahun 2008 program padat karya rencananya dilaksanakan
di Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen dalam bentuk padat karya
produktif yakni perbaikan saluran irigasi menyerap 50 tenaga
kerja, ditambah di Desa Duda Utara Yeh Kori Kecamatan Selat
dalam bentuk infrastruktur pembukaan, pelebaran dan penyenderan
jalan sepanjang 4.400 meter, lebar 6 meter dengan menyerap
50 tenaga kerja, dengan sumber dana APBD Karangasem sejumlah
Rp 300 juta,” jelasnya.
Kadis TKPM Drs. I Gusti Ngurah Swetha, M.Si. mengatakan, program
padat karya diarahkan dapat menjadi gerakan nasional dalam
mengatasi pengangguran.
Lanjut Suwetha, program padat karya di sejumlah tempat baik
dari sumber APBD kabupaten maupun APBN, secara signifikan
memberi peluang lapangan kerja dan memberi peningkatan produktivitas
masyarakat. “Paling tidak masalah kemiskinan dan pengangguran
dapat dikurangi,” katanya.
TKPM sendiri menjadikan program tersebut sebagai ikon dalam
mengatasi pengangguran. Sebagai dukungan terhadap program
setiap lokasi padat karya juga berhasil ditumbuhkan swadaya
masyarakat baik dari pembebasan lahan serta bentuk kegotongroyongan
lainnya. Dari seluruh dana padat karya sekitar 40 % digunakan
untuk pengupahan, sedangkan 60 % untuk pengadaan bahan material.
*rah