20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Perlu Kejelian, Garap Properti Komersial
Denpasar (BisnisBali) –Bisnis properti komersial seperti pusat perdagangan dan perbelanjaan, kini makin marak saja. Jika tak diperhitungkan dengan matang, dikhawatirkan akan terjadi kelebihan pasokan (over supply). Benarkah demikian?

Pelaku bisnis properti, Nyoman Sutarmaja, Selasa (19/2) kemarin mengakui, saat ini pembangunan properti komersial di beberapa kawasan strategis di Denpasar, kini makin marak saja.

Meski krisis ekonomi belum berlalu, pembangunan properti komersial ini tetap jalan. “Memang ada kekhawatiran terjadi over supply. Namun, pembangunan properti komersial itu umumnya telah diperhitungkan dengan matang,” katanya.

Ia mengungkapkan, properti komersial ini tak boleh dilakukan dengan sembarangan. Semuanya harus melalui perhitungan yang matang. “Banyaknya properti komersial yang sulit dipasarkan, membuktikan pembangunan proyek itu tidak melalui perhitungan yang cermat,” ujarnya.

Dalam membangun properti komersial, kata Sutarmaja, developer harus jeli melihat peluang pasar, lokasi yang tepat serta strategi pemasaran yang jitu agar properti komersial yang dibangun itu tak sulit dipasarkan. “Developer harus jeli dalam melihat peluang pasar. Jangan hanya asal bangun saja tanpa memperhatikan peluang pasar,” katanya.

Menurut Sutarmaja, bisnis properti komersial ini sangat rentan mengalami kredit macet. Karena itu, developer harus hati-hati agar terhindar dari kerugian yang cukup besar. “Biaya yang diperlukan untuk pembangunan properti komersial ini sangat tinggi.

Developer umumnya mengandalkan pinjaman dari bank. Kalau produk properti yang dibangun itu tak laku dijual, tentu kredit macet akan sulit dihindari,” katanya.

Maraknya pembangunan properti komersial belakangan ini, menuntut pelaku bisnis di sektor ini untuk berhati-hati. Tidak seperti sebelumnya, di mana developer dengan mudahnya membangun proyek. “Di tengah persaingan yang makin ketat ini, faktor lokasi dan kejelian membaca peluang pasar sangat diperlukan,” ungkapnya.

Kelebihan pasokan yang membayangi dalam bisnis properti komersial ini, juga harus disikapi dengan hati-hati. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat produk yang dibangun tak terserap pasar. *yas
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost