Sedikit
orang yang jeli melihat potensi diri dan lingkungan sekitar
mereka untuk membangun satu usaha yang mampu mengangkat potensi
daerah dan masyarakat setempat. Adalah Rai Suparta, salah
satu pria gigih asal Desa Cepaka, Tabanan yang cukup concern
melakukan itu.
Dimilikinya akses beberapa tamu mancanegara, membuatnya ingin
mencoba untuk merintis satu bisnis peristirahatan –
menyerupai vila di tengah suasana perkampungan yang alami,
dan jauh dari kebisingan.
‘’Bisnis ini baru saya rintis dengan berbagai
keterbatasan khususnya modal. Mudah-mudahan sambil jalan tamu
mancanegara yang telah berhasil digaet merasa betah, sehingga
lebih banyak lagi yang datang, untuk bisa dimanfaatkan lebih
optimal,’’ ujar Suparta yang juga pengusaha kerajinan
gentong di Ubud ini.
Baginya, dengan tumbuhnya investasi lokal dengan membangun
tempat peristirahatan bak vila di tengah kawasan perkampungan,
sedikit demi sedikit akan mengangkat kehidupan masyarakat
sekitarnya lebih baik lagi, tanpa harus menghilangkan budaya
yang telah ada, seperti kebiasaan bertani, maupun yang lainnya.
Ini justru akan menjadi satu aset untuk menunjang keberadaan
wisata desa yang menarik dikunjungi tamu mancanegara.
Karenanya, bagi masyarakat khususnya generasi muda lokal,
sudah seharusnya mempersiapkan diri mereka, dengan mengasah
kemampuan di bidang bahasa Inggris, maupun skill terkait lainnya,
sehingga lebih efektif dalam berkomunikasi dengan setiap tamu
mancanegara datang.
‘’Saya optimis, jika ada kemauan sasaran mendatangkan
tamu-tamu mancanegara lebih banyak lagi untuk liburan ke desa,
akan jadi kenyataan. Ini perlu didukung fasilitas perisitirahatan
yang memadai, dan pengelolaan bis yang lebih profesional,’’
tambahnya. * gun