20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

KPR Menengah Atas Tumbuh 30 Persen
Surabaya (BisnisBali) –Pertumbuhan kredit perumahan segmen menengah atau di atas tipe 70, telah lebih dari 30 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan pembiayaan perumahan segmen menengah bawah atau di bawah tipe 70.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Desember 2007, pertumbuhan tipe di atas 70 sebesar 32,18 persen dengan kredit Rp 3,62 trilyun. Tahun 2006 pertumbuhannya hanya 2 persen dengan nilai kredit Rp 2,74 trilyun.

Pertumbuhan KPR tipe 70 per Desember 2007 sebesar 6,19 persen dengan posisi kredit Rp 3,49 trilyun. Tahun 2006 lalu tumbuh 35,19 persen dengan nilai kredit Rp 3,29 trilyun.

Secara umum kredit properti selama 2007 hanya mengalami penurunan menjadi 18,96 persen. Kendati dengan nilai yang lebih tinggi dibanding 2006 yakni Rp 8,2 triliun. Pada 2006 kredit properti tumbuh 21,67 persen dengan nilai Rp 6,9 trilyun.

Vice President Bank Mandiri Consumer Loan Business Centre, Djoko Yoewono mengungkapkan, di Jatim pertumbuhan KPR segmen menengah atas sebelumnya relatif terbatas.

Selama itu lebih banyak digarap pengembang sendiri melalui kredit inhouse dengan masa angsuran maksimal 24 bulan. "Ini bisa jadi cukup memberatkan konsumen," ungkapnya.

Karena itu, Bank Mandiri sejak tahun lalu mulai menggarap kredit inhouse melalui pola kerja sama dengan pengembang. Pola ini memberikan masa angsuran hingga 15 tahun. Alhasil kredit konsumer Bank Mandiri di Jatim hingga Desember 2007 bisa tumbuh 36% dengan nilai Rp 1,168 trilyun.

Namun tahun ini diprediksi bisa tumbuh lagi 30 % dengan penambahan kredit konsumer senilai Rp 850 milyar. Adapun komposisinya masih didominasi KPR sebesar 40%, disusul kredit tanpa agunan 25%, kredit multiguna 20% dan kredit otomotif 15%. *ton

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost