Gianyar (BisnisBali) -Ide penyeragaman suku bunga
kredit di bank perkreditan rakyat (BPR) disambut baik para
pengelola BPR di Gianyar. Penyeragaman suku bunga kredit dinilai
dapat melahirkan persaingan yang sangat sehat, meski segmen
pasar BPR sama.
Sambutan baik datang dari Luh Rumini, S.E., CRBD, Direktur
Utama BPR Sari Werdi Sedana Semabaung Gianyar dan Ardani
Yoni, S.E., CRBD. Direktur Utama BPR Nusamba Tegallalang,
Selasa (19/2) kemarin. “Dengan kebijakan ini, tidak
dikenal persaingan saling menjatuhkan antarsesama BPR,’’
katanya.
Menurut Rumini, pada prinsipnya masing-masing BPR di Gianyar
jauh sebelumnya sudah memberikan suku bunga kredit yang
sama antara 2-2,25 persen menurun setiap bulan.
Kendati masih ada pengelola BPR memberikan suku bunga kredit
2,5 persen setiap bulan, jumlahnya hanya satu dua unit BPR.
Pengelola BPR bersangkutan pun sudah merencanakan menyesuaikan
suku bunga kreditnya.
Bagaimana menyangkut suku bunga simpanan di BPR? Rumini
menyatakan, suku bunga simpanan masyarakat baik dalam bentuk
tabungan dan deposito boleh dikatakan sudah seragam berkisar
antara 6-8 persen untuk tabungan biasa, 9-10 persen untuk
deposito.
Hal senada dikatakan Direktur Utama BPR Surya Jaya Ubud,
Dewa Ketut Suparta, S.E., CRBD. Menurut dia, dengan suku
bunga kredit 1,75-1,85 persen pun, tak ada nasabah yang
begitu sarat untuk membeli.
Berangkat dari pengalaman ini, Suparta sangat setuju adanya
ide penyeragaman suku bunga kredit maupun suku bunga simpanan.
*dra
|