20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Menbudpar: Bom di Bali tak Pengaruhi Pariwisata
Jakarta (BisnisBali) –Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan bom yang meledak di Bali pada akhir minggu yang lalu tidak memengaruhi pariwisata di Indonesia dan di Bali pada khususnya.

"Bom itu tidak ada pengaruhnya. Rakyat dan turis sudah tahu bahwa itu bukan bom. Itu hanya antargeng," kata Jero Wacik usai jumpa pers Program Revitalisasi Potensi Wisata Budaya sekitar Borobudur di kantor Depbudpar di Jakarta, Selasa kemarin.

Menbudpar mengatakan, dirinya sudah melakukan pertemuan dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Paulus Purwoko membahas masalah ledakan bom rakitan yang diduga merupakan perang antarkelompok preman itu.

"Itu (ledakan bom) tindakan kriminal biasa. Kita sudah minta Polda Bali untuk segera diselesaikan," tambah Jero Wacik. Biro perjalanan wisata (BPW) yang menangani perjalanan wisatawan dalam menikmati liburan ke Bali hingga kini belum ada yang menerima pembatalan atau penundaan pasca-Bali diteror bom.

"Teror bom sama sekali tidak terkait dengan terorisme, sehingga wisman tetap menjadikan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang aman dan nyaman," kata Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali Drs. I Gede Nurjaya di Denpasar, Selasa kemarin.

Ia mengatakan, kunjungan wisman ke Bali normal-normal saja, bahkan tingkat hunian hotel untuk kawasan Sanur, Kuta dan Nusa Dua tergolong cukup tinggi.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selama Januari 2008 tercatat 154.000 atau meningkat 29,88 persen dibanding pada bulan yang sama tahun 2007 yang hanya 107.800 orang.

"Kalau dirata-rata Bali setiap harinya menerima kunjungan wisatawan asing sebanyak 5.135 orang, lebih baik dibanding sebelum tragedi bom Bali 2002 dan 2005.

Nurjaya berharap kasus perkelahian antargeng tidak dibesar-besarkan, dan permasalahan tersebut telah ditangani pihak kepolisian setempat. *ant
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost