Jakarta (BisnisBali) –Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan bom yang meledak
di Bali pada akhir minggu yang lalu tidak memengaruhi pariwisata
di Indonesia dan di Bali pada khususnya.
"Bom itu tidak ada pengaruhnya. Rakyat dan turis sudah
tahu bahwa itu bukan bom. Itu hanya antargeng," kata
Jero Wacik usai jumpa pers Program Revitalisasi Potensi Wisata
Budaya sekitar Borobudur di kantor Depbudpar di Jakarta, Selasa
kemarin.
Menbudpar mengatakan, dirinya sudah melakukan pertemuan dengan
Kapolda Bali Irjen Pol. Paulus Purwoko membahas masalah ledakan
bom rakitan yang diduga merupakan perang antarkelompok preman
itu.
"Itu (ledakan bom) tindakan kriminal biasa. Kita sudah
minta Polda Bali untuk segera diselesaikan," tambah Jero
Wacik. Biro perjalanan wisata (BPW) yang menangani perjalanan
wisatawan dalam menikmati liburan ke Bali hingga kini belum
ada yang menerima pembatalan atau penundaan pasca-Bali diteror
bom.
"Teror bom sama sekali tidak terkait dengan terorisme,
sehingga wisman tetap menjadikan Bali sebagai daerah tujuan
wisata yang aman dan nyaman," kata Kepala Dinas Pariwisata
Propinsi Bali Drs. I Gede Nurjaya di Denpasar, Selasa kemarin.
Ia mengatakan, kunjungan wisman ke Bali normal-normal saja,
bahkan tingkat hunian hotel untuk kawasan Sanur, Kuta dan
Nusa Dua tergolong cukup tinggi.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selama Januari 2008
tercatat 154.000 atau meningkat 29,88 persen dibanding pada
bulan yang sama tahun 2007 yang hanya 107.800 orang.
"Kalau dirata-rata Bali setiap harinya menerima kunjungan
wisatawan asing sebanyak 5.135 orang, lebih baik dibanding
sebelum tragedi bom Bali 2002 dan 2005.
Nurjaya berharap kasus perkelahian antargeng tidak dibesar-besarkan,
dan permasalahan tersebut telah ditangani pihak kepolisian
setempat. *ant
|