Denpasar (BisnisBali) –Penggemar motor Cina
(mocin) sampai saat ini masih tergolong ramai, khususnya pangsa
pasar masyarakat menengah ke bawah.
Mocin ditawarkan dengan harga terjangkau di bawah Rp 10 jutaan
sehingga bisnis ini tetap bertahan. Hal itu dikatakan Hutasoit,
karyawan diler mocin di Denpasar, Selasa (19/2) kemarin.
“Mocin memiliki pangsa pasar tersendiri di masyarakat.
Kendati produsen sepeda motor non-mocin gencar mengeluarkan
produk terbaru, penggemar mocin tetap ada di Bali,”
ujarnya.
Hal ini dibuktikan dengan tetap stabilnya penjualan mocin.
Penjualan mocin rata-rata bisa di atas 5 unit per bulan. Tak
heran, perkembangan mocin pun terus berubah mengikuti tren
motor di masyarakat, di antaranya segi model mesin, dimensi
keseluruhan, suspensi depan hingga pilihan warna yang disukai
konsumen.
Salah satu tren mocin keluaran terbaru adalah Fiesta MX Spoke
ditawarkan berkisar Rp 7.390.000, Prima 100 SX/CW Rp 7.590.000
dan Fiesta MX CW Rp 7.690.000 per unit.
Lanjut Hutasoit, pangsa pasar mocin Tossa di Bali, lebih banyak
diterima di daerah Kintamani dan Negara. Pembelian mocin lebih
banyak melalui sistem kredit.
Disinggung masalah kualitas, ujarnya, mocin telah melakukan
perbaikan dengan meningkatkan kualitas, kesediaan suku cadang
dan pelayanan purnajual.
Hendrawan, karyawan diler mocin lainnya mengatakan, ia optimis
mocin masih diterima masyarakat Bali. Kendati kompetitor dari
Jepang terus mengeluarkan produk terbaru, mocin akan tetap
mengalami pertumbuhan.
“Selain cukup andal sebagai sarana transportasi, produk
ini juga lebih murah, yakni harganya mulai Rp 8 jutaan per
unit,’’ jelasnya sambil mengungkapkan, agar bisa
bersaing dengan motor Jepang, pihaknya selalu mengadakan perbaikan
di segala bidang. Salah satunya pelayanan dengan menerapkan
3 S, yakni sales, service dan spare part yang prima.
Sementara itu, Nyoman Sridana pemilik sepeda motor nonmocin
mengatakan, harga murah di bawah Rp 10 jutaan menyebabkan
mocin masih disukai masyarakat. “Bagi mereka, fungsi
motor adalah bisa digunakan sebagai transportasi, tidak peduli
merek maupun kualitas,” ujarnya. *dik