Tajuk:
WAKIL Presiden Jusuf Kalla (JK) bilang bahwa para
saudagar Nusantara tidak dilembagakan dan juga tak perlu pemimpin.
Malah kalau ada pemimpinnya maka tidak akan jalan.
Hal ini menggelitik tatkala JK memberikan sambutan tanpa teks
sekitar setengah jam dalam Temu Saudagar Bali dan Nusantara
di Hotel Bali Beach Sanur, Minggu (17/2).
Kita pahami, acara yang dihadiri lebih dari 500 saudagar dari
Bali dan Nusantara itu bertajuk: “Saudagar Berkarya
Membangun Bangsa”. Bahwa saudagar itu sangat penting.
JK menyampaikan pentingnya peran saudagar dalam kemajuan ekonomi
suatu bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang saudagarnya
banyak. Forum saudagar bukan saingan Kadin. Sebab saudagar
hanya forum independen yang tidak memiliki pemimpin.
Kata JK, saudagar berasal dari bahasa sansekerta yang memiliki
makna orang yang memiliki seribu akal (BB, 18/2). Yang terpenting
adalah semangat dan kebanggaan menjadi pengusaha; harus memiliki
inovasi, banyak jaringan serta akal.
Terkait jaringan, dianalogikannya dengan ungkapan: “Seribu
teman masih kurang dan satu musuh kebanyakan”. Hal ini
tentu saja memberikan makna yang sangat dalam sebagai seorang
saudagar untuk terus maju.
Cuma sikap pragmatis yang umumnya diutamakan para saudagar
dan pengusaha di Bali sering tidak sinkron dengan aplikasi
Tri Hita Karana. Peningkatan kesejahteraan hendaknya bisa
harmonis secara horizontal dan vertikal bagi kepentingan serta
hajat hidup orang banyak.
Boleh saja JK menyoroti beberapa prinsip bangsa kita yang
kini sudah kurang relevan. Misalnya selalu bangga dengan pendahulu
kita yang menjelajahi samudra dengan kapal pinisi, padahal
sekarang bangsa lain sudah membuat satelit.
Hal ini niscaya memacu para saudagar di Bali untuk memaksimalkan
kiprahnya. Sebab, saudagar seperti dua sisi mata uang dengan
pengusaha, memiliki kesempatan yang tidak ada batasnya. Tentu,
dengan akal dan keberaniannya untuk sukses harus siap dengan
risiko.
Niat para saudagar membangun Bali patut direspon. Cuma apakah
pariwisata yang merupakan lokomotif bagi ekonomi Bali bisa
diharapkan kembali berjaya? Kalau ya, niscaya solidnya hubungan
hubungan antarsaudagar di Bali berpeluang menciptakan kekuatan
ekonomi.
Kita harapkan kondisi ini menjadi titik tolak bangkitnya para
saudagar di Bali untuk bersatu. Tapi jangan lupa bangkitkan
sektor pertanian. Bagaimana sektor primer itu tadi bisa bangkit
seiring niat para saudagar berkarya membangun bangsa.
Sentil:
JK bilang, para saudagar Nusantara tidak dilembagakan.
- Akal-akalan saudagar.
Tak perlu pemimpin. Malah ada pemimpin, tidak jalan.
- Pemimpin akal-akalan.