20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Saudagar Membangun Bangsa
Tajuk:

WAKIL
Presiden Jusuf Kalla (JK) bilang bahwa para saudagar Nusantara tidak dilembagakan dan juga tak perlu pemimpin. Malah kalau ada pemimpinnya maka tidak akan jalan.

Hal ini menggelitik tatkala JK memberikan sambutan tanpa teks sekitar setengah jam dalam Temu Saudagar Bali dan Nusantara di Hotel Bali Beach Sanur, Minggu (17/2).

Kita pahami, acara yang dihadiri lebih dari 500 saudagar dari Bali dan Nusantara itu bertajuk: “Saudagar Berkarya Membangun Bangsa”. Bahwa saudagar itu sangat penting.

JK menyampaikan pentingnya peran saudagar dalam kemajuan ekonomi suatu bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang saudagarnya banyak. Forum saudagar bukan saingan Kadin. Sebab saudagar hanya forum independen yang tidak memiliki pemimpin.

Kata JK, saudagar berasal dari bahasa sansekerta yang memiliki makna orang yang memiliki seribu akal (BB, 18/2). Yang terpenting adalah semangat dan kebanggaan menjadi pengusaha; harus memiliki inovasi, banyak jaringan serta akal.

Terkait jaringan, dianalogikannya dengan ungkapan: “Seribu teman masih kurang dan satu musuh kebanyakan”. Hal ini tentu saja memberikan makna yang sangat dalam sebagai seorang saudagar untuk terus maju.

Cuma sikap pragmatis yang umumnya diutamakan para saudagar dan pengusaha di Bali sering tidak sinkron dengan aplikasi Tri Hita Karana. Peningkatan kesejahteraan hendaknya bisa harmonis secara horizontal dan vertikal bagi kepentingan serta hajat hidup orang banyak.

Boleh saja JK menyoroti beberapa prinsip bangsa kita yang kini sudah kurang relevan. Misalnya selalu bangga dengan pendahulu kita yang menjelajahi samudra dengan kapal pinisi, padahal sekarang bangsa lain sudah membuat satelit.

Hal ini niscaya memacu para saudagar di Bali untuk memaksimalkan kiprahnya. Sebab, saudagar seperti dua sisi mata uang dengan pengusaha, memiliki kesempatan yang tidak ada batasnya. Tentu, dengan akal dan keberaniannya untuk sukses harus siap dengan risiko.

Niat para saudagar membangun Bali patut direspon. Cuma apakah pariwisata yang merupakan lokomotif bagi ekonomi Bali bisa diharapkan kembali berjaya? Kalau ya, niscaya solidnya hubungan hubungan antarsaudagar di Bali berpeluang menciptakan kekuatan ekonomi.

Kita harapkan kondisi ini menjadi titik tolak bangkitnya para saudagar di Bali untuk bersatu. Tapi jangan lupa bangkitkan sektor pertanian. Bagaimana sektor primer itu tadi bisa bangkit seiring niat para saudagar berkarya membangun bangsa.

Sentil:

JK bilang, para saudagar Nusantara tidak dilembagakan.
- Akal-akalan saudagar.

Tak perlu pemimpin. Malah ada pemimpin, tidak jalan.
- Pemimpin akal-akalan.

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost