20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Dilibas Ponsel, Bisnis Wartel tak lagi Prospektif
Denpasar (BisnisBali) – Pesatnya perkembangan telepon selular (ponsel) dari sejumlah operator telekomunikasi yang kini bersaing dengan tarif murah, membuat bisnis warung telekomunikasi (wartel) di Bali tak lagi prospektif.

Beberapa pengelola wartel terpaksa menutup usahanya, karena keuntungan yang didapatkan tak lagi prospektif.

Salah seorang pengelola wartel di Denpasar, Ketut Madia, Selasa (19/2) kemarin mengatakan, pendapatan yang diperoleh dari usaha wartel itu terus menurun.

Pelanggan yang datang ke wartelnya juga makin sepi. “Sepinya pengunjung yang datang ke wartel, mulai dirasakan sejak maraknya penggunaan ponsel,” katanya.

Ia mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk mendongkrak kembali pendapatan di bisnis tersebut, kecuali memberikan pelayanan terbaik. “Namun, pengunjung yang datang ke wartel tetap saja sepi,” keluhnya.

Kondisi ini tentu jauh berbeda dengan sebelumnya. Saat itu pengunjung wartel selalu ramai dan sampai antre. Tak mengherankan, jika saat itu bisnis wartel berkembang pesat.

“Begitu kran bisnis ini dibuka, masyarakat berebut mendapatkan izin. Tak sembarang orang bisa membuka usaha wartel, apalagi persyaratannya cukup banyak dan ada aturan pendirian wartel harus tidak berdekatan satu sama lain,” katanya.

Namun, kini bisnis wartel yang sebelumnya menjadi rebutan tak bisa lagi diandalkan sebagai bisnis utama. “Kalaupun ada wartel yang masih buka, kebanyakan hanya bisnis sambilan. Mereka tak bisa lagi mengandalkan keuntungan dari usaha wartel, apalagi pendapatannya terus merosot,” ungkapnya.

Lesunya bisnis wartel ini, juga diperparah dengan banyaknya bermunculan jasa telekomunikasi (jastel) yang hanya memiliki satu kamar bicara umum (KBU).

“Telepon rumah yang dimodifikasi menjadi jastel, menyebabkan banyak yang tergiur untuk menjadi pengelola jastel. Akibatnya, persaingan makin ketat dan bisnis wartel pun makin terpuruk,” katanya. *yas

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost