Denpasar (BisnisBali) -Hingga saat ini baterai ponsel
non-original makin diminati ketimbang baterai ponsel yang
original. Harga baterai ponsel yang non-original jauh lebih
miring, yakni sekitar Rp 30.000 per unit.
Sementara, harga baterai ponsel yang original bisa mencapai
Rp 300.000 lebih per unitnya. Hal itu diungkapkan Witono,
salah seorang penyedia baterai ponsel di Jalan Teuku Umar,
Selasa (19/2) kemarin.
Lanjut Witono, memang dari segi harga cukup miring, namun
dari segi kualitas jelas berbeda jauh dengan yang original.
‘’Baterai original dari segi kualitas memang terjamin,
namun kelemahannya hanya pada harga yang cukup tinggi.
Sementara baterai non-original, meski kualitasnya diragukan,
ternyata juga cukup diminati konsumen karena harganya yang
cukup terjangkau,’’ ungkapnya.
Witono menjelaskan, baterai ponsel yang tidak original memiliki
risiko akan lebih cepat drop (rusak). Kerusakan baterai ini
bisa berpengaruh terhadap kinerja ponsel. Baterai ponsel tersebut
ditawarkan dengan harga sekitar Rp 30.000 per buah.
Kata dia, jika terjadi kesalahan dalam pemakaian baterai murah
ini, kemungkinan baterai ini mampu bertahan 2 hingga 5 bulan
saja. ‘’Di sisi lain, tegangan yang dihasilkan
oleh baterai tersebut kemungkinan juga sering berubah, sehingga
akan menjadi salah satu penyebab timbulnya kerusakan pada
ponsel,’’ imbuhnya.
Disinggung mengenai perbedaan baterai non-original dengan
yang original, kata dia, kemasan dan stempelnya hampir sama,
sehingga sangat sulit untuk dibedakan.
Guna mengatasi masalah tersebut, konsumen dianjurkan membeli
baterai ponsel tidak sembarangan. ‘’Baterai ponsel
itu sebaiknya dibeli di toko yang telah dipercaya,’’
tandasnya.
Hal senada diungkapkan Gung Raka, salah seorang penyedia baterai
ponsel lainnya. ‘’Belakangan ini konsumen cenderung
menginginkan suku cadang yang murah, sehingga baterai ponsel
non-original menjadi alternatif,’’ ujarnya.
Raka menambahkan, baterai original pada dasarnya memberikan
jaminan garansi sampai 1 tahun. Berbeda dengan baterai non-original
yang tidak memberikan jaminan dari kerusakan.
“Di satu sisi baterai original sangat mahal, sementara
baterai non-original sangat murah, tentunya konsumen akan
memilih baterai yang mampu mereka jangkau,” paparnya.
Dia mengharapkan agar konsumen jangan terkecoh dengan harga
murah sebab kualitasnya tidak terjamin.
Supaya baterai lebih awet, dia menyarankan kosumen untuk mengisinya
(charge) sesuai dengan petunjuk pemakaian. Pada umumnya untuk
awal pemakaian baterai ponsel dilakukan pengisian selama 8
jam. *aya
|