20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Harga Miring, Baterai Ponsel Non-original makin Diminati
Denpasar (BisnisBali) -Hingga saat ini baterai ponsel non-original makin diminati ketimbang baterai ponsel yang original. Harga baterai ponsel yang non-original jauh lebih miring, yakni sekitar Rp 30.000 per unit.

Sementara, harga baterai ponsel yang original bisa mencapai Rp 300.000 lebih per unitnya. Hal itu diungkapkan Witono, salah seorang penyedia baterai ponsel di Jalan Teuku Umar, Selasa (19/2) kemarin.

Lanjut Witono, memang dari segi harga cukup miring, namun dari segi kualitas jelas berbeda jauh dengan yang original. ‘’Baterai original dari segi kualitas memang terjamin, namun kelemahannya hanya pada harga yang cukup tinggi.

Sementara baterai non-original, meski kualitasnya diragukan, ternyata juga cukup diminati konsumen karena harganya yang cukup terjangkau,’’ ungkapnya.

Witono menjelaskan, baterai ponsel yang tidak original memiliki risiko akan lebih cepat drop (rusak). Kerusakan baterai ini bisa berpengaruh terhadap kinerja ponsel. Baterai ponsel tersebut ditawarkan dengan harga sekitar Rp 30.000 per buah.

Kata dia, jika terjadi kesalahan dalam pemakaian baterai murah ini, kemungkinan baterai ini mampu bertahan 2 hingga 5 bulan saja. ‘’Di sisi lain, tegangan yang dihasilkan oleh baterai tersebut kemungkinan juga sering berubah, sehingga akan menjadi salah satu penyebab timbulnya kerusakan pada ponsel,’’ imbuhnya.

Disinggung mengenai perbedaan baterai non-original dengan yang original, kata dia, kemasan dan stempelnya hampir sama, sehingga sangat sulit untuk dibedakan.

Guna mengatasi masalah tersebut, konsumen dianjurkan membeli baterai ponsel tidak sembarangan. ‘’Baterai ponsel itu sebaiknya dibeli di toko yang telah dipercaya,’’ tandasnya.

Hal senada diungkapkan Gung Raka, salah seorang penyedia baterai ponsel lainnya. ‘’Belakangan ini konsumen cenderung menginginkan suku cadang yang murah, sehingga baterai ponsel non-original menjadi alternatif,’’ ujarnya.

Raka menambahkan, baterai original pada dasarnya memberikan jaminan garansi sampai 1 tahun. Berbeda dengan baterai non-original yang tidak memberikan jaminan dari kerusakan.

“Di satu sisi baterai original sangat mahal, sementara baterai non-original sangat murah, tentunya konsumen akan memilih baterai yang mampu mereka jangkau,” paparnya. Dia mengharapkan agar konsumen jangan terkecoh dengan harga murah sebab kualitasnya tidak terjamin.

Supaya baterai lebih awet, dia menyarankan kosumen untuk mengisinya (charge) sesuai dengan petunjuk pemakaian. Pada umumnya untuk awal pemakaian baterai ponsel dilakukan pengisian selama 8 jam. *aya
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost