Tuban (BisnisBali) –Kebaya bermotif bunga yang
dilukis tangan tampil lebih beda dibandingkan dengan kebaya
pada umumnya yang lebih mengarah ke motif bordiran. Hal itu
diungkapkan Dewi Ratih, pelukis kebaya sekaligus pemilik salah
satu butik, Selasa (19/2) kemarin di Tuban.
Ia mengatakan, kebaya dilukis tangan tesebut kelihatan lebih
artistik serta lebih bergaya. Unsur artistiknya sangat kental
terlihat, karena adanya goresan-goresan tangan melalui media
kuas di kebaya tersebut.
Warna-warna yang digunakan juga sangat beragam tergantung
motif atau gambar apa yang akan dibuat. Namun, saat ini warna
merah, kuning dan hijau yang lebih banyak digunakan dalam
motif kebaya tersebut.
Lebih jauh dikatakan, dengan warna-warna tersebut, motif bunga
lebih dominan dibuatnya, karena konsumen lebih menyukai gambar
yang sederhana, terlihat natural, serta warnanya tidak terlalu
mencolok atau kelihatan norak.
Menurut Dewi Ratih, karena ada unsur seni serta memakai imajinasi
sendiri, otomatis harga kebaya yang ditawarkan juga cukup
mahal, berkisar antara Rp 100.000 sampai dengan Rp 300.000
tergantung motif serta desain kebaya.
Umumnya, konsumen kebanyakan wanita muda. Mereka menggunakan
kebaya tersebut saat berlangsungnya upacara agama atau kegiatan-kegiatan
lain yang mengharuskan mereka memakai kebaya.
Di tempat terpisah, Gung Gus pemilik butik lainnya mengatakan,
biasanya produk kebaya dilukis tangan yang dibuatnya terbatas.
Maksudnya, motif yang ada atau digambarkan di kebaya tersebut
hanya ada dua atau tiga, sehingga kebaya yang lain motifnya
juga berbeda.
“Ini untuk memberikan kesan bahwa produk tersebut motifnya
tidak ada yang menyamai atau menggunakan,” imbuhnya.
*dwi
|