20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Salah Pilih Kosmetik, Perawatan Jadi lebih Mahal

Kuta (BisnisBali) –Tidak saja kosmetik palsu atau instan yang menimbulkan efek negatif pada kulit, tapi kosmetik yang tidak sesuai dengan karakter kulit juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan.

Terapis kecantikan, Eka Dian, Selasa (19/2) kemarin di Kuta mengatakan, dalam tahap tertentu gangguan yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung reaksi kulit pada kosmetik tersebut. Gangguan yang paling sering timbul adalah jerawat atau bintik merah seperti jerawat dan kulit melepuh seperti terbakar.

Perawatan yang awalnya dianggap lebih murah dan praktis pun harus dibayar mahal karena kulit mengalami gangguan sehingga membutuhkan treatment khusus.

“Jika kulit mengalami gangguan tertentu, secara drastis setelah menggunakan kosmetik, maka perlu dilakukan perawatan khusus,” ujarnya.
Jika kondisinya sudah parah, perawatan sendiri di rumah dengan menggunakan kosmetik tertentu tidak akan banyak membantu.

Sebagai saran, jika kondisi kulit sudah mulai terasa merah, mudah perih jika terkena sinar matahari, mengelupas, timbul bintik-bintik kecil dan meradang maka hentikan penggunaan kosmetik. Jika keadaan kulit tidak membaik atau justru bertambah setelah beberapa hari lebih baik konsultasikan dengan pakar kecantikan atau dokter kulit.

“Jangan membebani kulit dengan menggunakan kosmetik jenis baru dengan tujuan menyembuhkannya karena tindakan ini belum tentu benar,” jelasnya.

Sebelumnya, spesialis kulit dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK, mengatakan sampai saat ini kasus gangguan kulit yang banyak dikeluhkan adalah dematitis atau eksema. Sementara pada kecantikan gangguan kulit yang paling dominan adalah jerawat dan flek hitam.

Kandungan bahan tertentu dalam kosmetik masih terus menjadi sorotan bidang kesehatan dan kecantikan, terutama mercury dan hydroquinon. “Mercury merupakan zat berbahaya dalam kosmetik.

Meskipun dapat memutihkan kulit namun pada pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan kelainan pada ginjal dan saraf. Demikian juga halnya dengan hydroquinon. Konsentrasi dalam kosmetik yang diperbolehkan harus di bawah 2 persen,” paparnya.

Mercury dan hydroquinone bisa menimbulkan iritasi ringan hingga berat, kemerahan dan kemudian menjadi hitam atau timbul flek yang lebih parah dari sebelumnya. Makin tinggi konsentrasi zat-zat ini makin cepat memutihkan kulit, tapi makin cepat pula membuat efek merah dan pada akhirnya hitam.*rya

 

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost