Denpasar (BisnisBali) -Penasihat DPD HPI Bali, Amos
Lillo mengungkapkan faktor keamanan merupakan syarat utama
dalam pengembangan kepariwisataan Bali.
Jika ingin kepariwisataan Bali cepat pulih, sistem keamanan
di Bali harus ditingkatkan. Baik itu menyangkut peralatan
(equipment) yang modern dan personel yang profesional.
Menurutnya, aparat keamanan dalam hal ini polisi pariwisata
dan badan keamanan Bali yang ada harus memantapkan kinerja
mereka untuk meminimalis kejadian-kejadian yang menyangkut
pemulihan citra pariwisata Bali.
“Masalah keamanan memang menjadi perhatian utama pariwisata
Bali. Berbagai upaya telah dilakukan dengan membentuk Badan
Keamanan Bali (Bali Security Council) dibantu dengan polisi
pariwisata yang intinya memperkuat sistem keamanan di Bali,
namun aksi nyata mereka makin lama makin redup.
Padahal peran aktif mereka sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga keamanan Bali bukan hanya menjadi
tanggung jawab aparat keamanan saja, namun perlu peran aktif
dari masyarakat Bali sendiri. Sebab keamanan dan kenyamanan
tidak diperuntukkan untuk wisatawan di Bali saja.
Terkait dengan peledakan bom dan pembunuhan wisatawan Australia
yang terjadi baru-baru ini dirinya menyatakan belum ada pengaruh
signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.
“Sejauh ini kunjungan wisatawan ke Bali masih terlihat
normal, walaupun ada beberapa wisatawan yang mempertanyakan
keamanan Bali,” katanya. *pwt
|