20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Distribusi Lancar, Harga Bumbu tetap Normal
Denpasar (BisnisBali) –Cuaca buruk belum berdampak negatif bagi distribusi bumbu masakan di Bali yang sebagian besar masih harus mendatangkan dari luar daerah.

Buktinya, pasokan yang diterima pedagang dalam kondisi tepat waktu dan masih dalam jumlah cukup, sehingga harga di pasaran tetap normal.

“Dari pantauan di lapangan, harga sejumlah bumbu-bumbuan dan kebutuhan lainnya masih dalam kondisi normal,” kata Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Propinsi Bali, Drs. Bagus Ketut Wijaya, Selasa (19/2) kemarin.


Ia mengungkapkan, meski cuaca buruk ini telah menyebabkabnya terjadi ombak besar di sekitar pelabuhan penyeberangan laut Gilimanuk dan Ketapang yang merupakan alur dari distribusi barang ke Bali, namun hal itu tidak sampai membuat pihak pelabuhan untuk menunda maupun menutup penyeberangan dari dan menuju Bali.

Menurut Bagus Wijaya, umumnya tak banyak kendala ditimbulkan dari angin kencang ini, kecuali kondisi pendistribusian barang antarpulau yang terjadi di daerah lain karena beberapa di antaranya cukup parah, sehingga sampai memberhentikan penyeberangan untuk menghindari risiko bencana ditimbulkan dari gelombang besar ini.

Sementara itu, Suparyani, pedagang bumbu masakan di Pasar Badung mengungkapkan, sebagian besar bumbu-bumbuan ditawarkan di Bali memang kebanyakan didatangkan dari Jawa.

Tak heran, adanya cuaca buruk yang terjadi di laut dapat mempengaruhi pendistribusian produk di tingkat lokal.“Namun kali ini, distribusi di tengah cuaca buruk ini belum sampai berdampak pada transaksi beragam jenis bumbu masakan di pasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendistribusian bumbu masakan selama cuaca buruk ini, tidak sampai parah. Dalam artian, tidak sampai membuat keterlambatan pengiriman barang, sehingga mempengaruhi stok di pasaran yang menjadi tetap stabil.

Pendistribusian barang masih tepat waktu, cuma masalah hanya terletak pada rentannya pembusukan barang yang diterima akibat kondisi hujan mengguyur selama pendistribusian dari tempat produsen ke konsumen.

Stabilnya harga ini tercermin dari bumbu masakan paling dicari konsumen seperti lombok besar yang masih dijual Rp 7.500 per kg, lombok kecil Rp 10.000 per kg, bawang putih Rp 7.000 per kg dan bawang merah Rp 14.000 per kg.

Hal sama juga terjadi pada perdagangan jenis kacang-kacangan yang stabil seperti kacang tanah Rp 14.000 per kg, kacang hijau Rp 8.000 per kg dan kacang buncis Rp 8.000 per kg.

“Saya jamin, selama pelabuhan di Gilimanuk masih tetap beroperasi maka harga bumbu masakan ini tetap normal,” katanya. *man

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost