20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Bisnis ‘’Lempet’’ makin Menjanjikan
Sanur (BisnisBali) –Di tengah maraknya makanan nusantara yang ditawarkan di Bali tidak membuat lempet (pepes), salah satu makanan khas masyarakat Klungkung ini ditinggalkan. Malahan, lempet menjadi lahan bisnis potensial yang banyak dilirik pebisnis rumah makan.

Seperti dikatakan Nyoman Murni, pebisnis rumah makan tradisional Bali di kawasan Sanur, Selasa (19/2) kemarin. Lempet termasuk makanan yang laris dibeli masyarakat.

Memiliki cita rasa khas Bali yang kental di bumbu, ada sentuhan alami, serta tentunya sesuai lidah masyarakat membuat lempet banyak dilirik sebagai mata dagang.

“Lihat saja di masyarakat, lempet dipasarkan tidak hanya di pasar-pasar tradisional, warung makan, namun di rumah makan khas Bali banyak orang yang menjualnya,” katanya.

Ia menjelaskan, lempet adalah sejenis lauk-pauk yang dibuat dari ikan laut jenis ikan languan atau ikan tongkol, ditambah bumbu, dikemas dengan daun pisang dan dipanggang di atas bara api tempurung kelapa. Secara umum lempet ini hampir sama dengan pepes.

Makanan ini pun banyak dihasilkan industri rumahan di daerah Klungkung, selain dimakan bersama dengan nasi juga dijual. “Lempet dapat juga dihidangkan pada upacara tertentu seperti resepsi pernikahan dan upacara-upacara lainnya,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, harga jual lempet yang murah berkisar Rp 1.000 - Rp 2.000 per buah, tergantung ukuran dan jenis ikan yang dipergunakan turut menjanjikannya usaha ini.

Permintaan masyarakat rata-rata bisa mencapai 25-50 bungkus lempet tiap harinya. Omzet yang diterima bisa mencapai Rp 50.000-Rp 100.000 per hari.

Nengah Arum, pedagang lempet lainnya mengatakan hal serupa. Salah satu cara mengolah ikan termudah namun bisa mendatang peluang bisnis adalah dengan cara membuat lempet. Sebab, lempet atau pepes ikan merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang banyak memiliki penggemar.

“Jumlah ikan tuna yang diperlukan sebagai lempet bisa mencapai 3 kg per hari. Modal yang diperlukan rata-rata berkisar Rp 30.000, namun ini tidak pasti tergantung fluktuatifnya harga bahan baku di pasar.

Meski hanya menjual lempet ikan, dari modal yang dikeluarkan, keuntungan yang didapatkan cukup lumayan,” katanya. *dik


Lempet
Bahan :

Ikan 8 kg (ikan utuh) dan sebagian dilumat 500 gram
Bumbu terasi 100 gram
Cabai 400 gram
Garam 4 sendok makan
Gula merah 150 gram
Jeruk limau 4 buah
Bawang merah 15 biji
Bawang putih 7 biji
Cara pembuatan :
Ikan dibersihkan dari isi perut, sirip dan bagian-bagian-bagian lain yang tidak diperlukan. Daging ikan yang bersih diris-iris tipis dan kecil dan sebagian daging dihancurkan sampai lumat. Bawang merah dan bawang putih diris-iris kemudian dihancurkan sampai lumat. Cabai dicincang kecil-kecil, terasi dilumat dengan tangan dan gula merah diiris kecil-kecil, kemudian ketiga bahan tersebut diulek dengan santan. Semua bahan selanjutnya dicampur menjadi satu, diulek sehingga menjadi adonan yang agak lengket. Adonan tersebut kemudian dibuingkus dengan daun pisang, selanjutnya dipanggang diatas bara api yang dibuat dari tempurung kelapa. *dik/net


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost