Sanur (BisnisBali) –Di tengah maraknya makanan
nusantara yang ditawarkan di Bali tidak membuat lempet (pepes),
salah satu makanan khas masyarakat Klungkung ini ditinggalkan.
Malahan, lempet menjadi lahan bisnis potensial yang banyak
dilirik pebisnis rumah makan.
Seperti dikatakan Nyoman Murni, pebisnis rumah makan tradisional
Bali di kawasan Sanur, Selasa (19/2) kemarin. Lempet termasuk
makanan yang laris dibeli masyarakat.
Memiliki cita rasa khas Bali yang kental di bumbu, ada sentuhan
alami, serta tentunya sesuai lidah masyarakat membuat lempet
banyak dilirik sebagai mata dagang.
“Lihat saja di masyarakat, lempet dipasarkan tidak hanya
di pasar-pasar tradisional, warung makan, namun di rumah makan
khas Bali banyak orang yang menjualnya,” katanya.
Ia menjelaskan, lempet adalah sejenis lauk-pauk yang dibuat
dari ikan laut jenis ikan languan atau ikan tongkol, ditambah
bumbu, dikemas dengan daun pisang dan dipanggang di atas bara
api tempurung kelapa. Secara umum lempet ini hampir sama dengan
pepes.
Makanan ini pun banyak dihasilkan industri rumahan di daerah
Klungkung, selain dimakan bersama dengan nasi juga dijual.
“Lempet dapat juga dihidangkan pada upacara tertentu
seperti resepsi pernikahan dan upacara-upacara lainnya,”
katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, harga jual lempet yang murah
berkisar Rp 1.000 - Rp 2.000 per buah, tergantung ukuran dan
jenis ikan yang dipergunakan turut menjanjikannya usaha ini.
Permintaan masyarakat rata-rata bisa mencapai 25-50 bungkus
lempet tiap harinya. Omzet yang diterima bisa mencapai Rp
50.000-Rp 100.000 per hari.
Nengah Arum, pedagang lempet lainnya mengatakan hal serupa.
Salah satu cara mengolah ikan termudah namun bisa mendatang
peluang bisnis adalah dengan cara membuat lempet. Sebab, lempet
atau pepes ikan merupakan salah satu jenis makanan tradisional
yang banyak memiliki penggemar.
“Jumlah ikan tuna yang diperlukan sebagai lempet bisa
mencapai 3 kg per hari. Modal yang diperlukan rata-rata berkisar
Rp 30.000, namun ini tidak pasti tergantung fluktuatifnya
harga bahan baku di pasar.
Meski hanya menjual lempet ikan, dari modal yang dikeluarkan,
keuntungan yang didapatkan cukup lumayan,” katanya.
*dik
Lempet
Bahan :
Ikan 8 kg (ikan utuh) dan sebagian dilumat 500 gram
Bumbu terasi 100 gram
Cabai 400 gram
Garam 4 sendok makan
Gula merah 150 gram
Jeruk limau 4 buah
Bawang merah 15 biji
Bawang putih 7 biji
Cara pembuatan :
Ikan dibersihkan dari isi perut, sirip dan bagian-bagian-bagian
lain yang tidak diperlukan. Daging ikan yang bersih diris-iris
tipis dan kecil dan sebagian daging dihancurkan sampai lumat.
Bawang merah dan bawang putih diris-iris kemudian dihancurkan
sampai lumat. Cabai dicincang kecil-kecil, terasi dilumat
dengan tangan dan gula merah diiris kecil-kecil, kemudian
ketiga bahan tersebut diulek dengan santan. Semua bahan
selanjutnya dicampur menjadi satu, diulek sehingga menjadi
adonan yang agak lengket. Adonan tersebut kemudian dibuingkus
dengan daun pisang, selanjutnya dipanggang diatas bara api
yang dibuat dari tempurung kelapa. *dik/net