Badung (BisnisBali) -Sebagai micro banking, lembaga
keuangan mikro (LKM), mesti bersentuhan langsung dengan usaha
mikro dan kecil. Ada tiga faktor kunci yang perlu diperhatikan
yaitu kemampuan manajemen, kualitas SDM profesionalisme berbisnis
dan inovasi yang selalu mencari ceruk pasar dengan penyesuaian.
Demikian diungkapkan pemerhati ekonomi kerakyatan di Badung
Drs. Ketut Bayu Warsika, S.E. ketika diminta konfirmasinya,
Selasa (19/2) kemarin terkait kesan pertumbuhan ekonomi rakyat
masih jalan di tempat.
Selama ini, katanya, keberadaan micro banking diharapkan dapat
menghalau berbagai hambatan yang dihadapi pelaku ekonomi kerakyatan.
Dengan dasar ini, ungkapnya, LKM diharapkan ikut membangun
ekonomi kerakyatan yang terdiri atas berbagai lembaga keuangan
mikro seperti koperasi, lembaga perkreditan desa (LPD) termasuk
BPR untuk ikut menggerakkan sektor riil, melalui fungsi bank
pelaksana sebagai financial intermediary (pembiayaan intermediasi).
Dijelaskan, harapan inilah belum dititipkan kepada keberadaan
mikro banking sebagai sektor moneter. Di mana-mana selalu
disebutkan, sektor finansial merupakan agent of development.
Dalam kaitan ini, harapan pemberian kredit kepada UMKM masih
relevan dikemukakan yaitu digulirkannya berbagai skema kredit
dengan dana milyaran bahkan trilyunan oleh pemerintah yang
bisa dinikmati oleh LKM dan UMKM.
Bayu Warsika yang juga bergerak di sektor jasa keuangan mikro
di Kuta mengatakan, adanya berbagai kesan yang mengarah kepada
kepastian dan kesempatan untuk mendapatkannya.
Kesan ini merupakan indikasi LKM, usaha kecil, menengah apalagi
mikro telanjur apatis menanggapi niat baik pemerintah. Mereka
mengharapkan bukti.
Tak dapat disangkal lagi, LKM seperti koperasi, usaha kecil,
menengah dan paling mikro yang selama ini masih tetap eksis
di tengah badai ekonomi dan social, sangat memerlukan dana
kredit untuk modal usaha yang selunak-lunaknya.
Kenyataan di lapangan yang diterima dari palaku LKM dan UMK
di Bali, betapa sulitnya bagi LKM untuk mendapatkan yang akhirnya
skema kredit digulirkan pemerintah hanya menjadi angin surga
oleh sebagian LKM dan UMK. *dra
|