20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

LKM mesti Bersentuhan Langsung dengan UMK
Badung (BisnisBali) -Sebagai micro banking, lembaga keuangan mikro (LKM), mesti bersentuhan langsung dengan usaha mikro dan kecil. Ada tiga faktor kunci yang perlu diperhatikan yaitu kemampuan manajemen, kualitas SDM profesionalisme berbisnis dan inovasi yang selalu mencari ceruk pasar dengan penyesuaian.

Demikian diungkapkan pemerhati ekonomi kerakyatan di Badung Drs. Ketut Bayu Warsika, S.E. ketika diminta konfirmasinya, Selasa (19/2) kemarin terkait kesan pertumbuhan ekonomi rakyat masih jalan di tempat.

Selama ini, katanya, keberadaan micro banking diharapkan dapat menghalau berbagai hambatan yang dihadapi pelaku ekonomi kerakyatan. Dengan dasar ini, ungkapnya, LKM diharapkan ikut membangun ekonomi kerakyatan yang terdiri atas berbagai lembaga keuangan mikro seperti koperasi, lembaga perkreditan desa (LPD) termasuk BPR untuk ikut menggerakkan sektor riil, melalui fungsi bank pelaksana sebagai financial intermediary (pembiayaan intermediasi).

Dijelaskan, harapan inilah belum dititipkan kepada keberadaan mikro banking sebagai sektor moneter. Di mana-mana selalu disebutkan, sektor finansial merupakan agent of development.

Dalam kaitan ini, harapan pemberian kredit kepada UMKM masih relevan dikemukakan yaitu digulirkannya berbagai skema kredit dengan dana milyaran bahkan trilyunan oleh pemerintah yang bisa dinikmati oleh LKM dan UMKM.

Bayu Warsika yang juga bergerak di sektor jasa keuangan mikro di Kuta mengatakan, adanya berbagai kesan yang mengarah kepada kepastian dan kesempatan untuk mendapatkannya.

Kesan ini merupakan indikasi LKM, usaha kecil, menengah apalagi mikro telanjur apatis menanggapi niat baik pemerintah. Mereka mengharapkan bukti.

Tak dapat disangkal lagi, LKM seperti koperasi, usaha kecil, menengah dan paling mikro yang selama ini masih tetap eksis di tengah badai ekonomi dan social, sangat memerlukan dana kredit untuk modal usaha yang selunak-lunaknya.

Kenyataan di lapangan yang diterima dari palaku LKM dan UMK di Bali, betapa sulitnya bagi LKM untuk mendapatkan yang akhirnya skema kredit digulirkan pemerintah hanya menjadi angin surga oleh sebagian LKM dan UMK. *dra
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost