Gianyar (BisnisBali) -Pebisnis tanaman hias jenis
rumput mutiara sejak beberapa bulan terakhir ini marak di
Gianyar. Hampir di tiap lahan kosong yang ada di pinggir jalan
utama telah dimanfaatkan oleh pedagang untuk ditanami rumput
mutiara yang akan diperjualbelikan kepada konsumen.
Pesatnya jual-beli rumput mutiara membuat persaingannya sangat
ketat. Terlebih lagi, permintaannya sekarang ini sedang lesu
sehingga harganya juga anjlok.
Miskun pedagang tanaman hias rumput mutiara di Jl. Raya Kemenuh,
Selasa (19/2) menuturkan, semenjak banyaknya pedagang bermunculan
dengan menjual produk yang sama membuat persaingan menjadi
ketat. Padahal, penjualan mata dagangan tersebut khususnya
untuk beberapa kawasan wisata yang ada di daerah ini masih
cukup menjanjikan.
Namun, karena persaingan ketat yang ditambah makin lesunya
permintaan, harga rumput mutiara yang dijualnya anjlok sampai
Rp 13.000 per meter. Padahal, sebelumnya harga paling murah
Rp 20.000 per meter. Sedangkan pada awal diperkenalkan kepada
konsumen, nilai jualnya sempat mencapai Rp 60.000 per meter.
‘’Harga rumput mutiara terus merosot seiring dengan
sepinya permintaan dan persaingan yang makin ramai,’’
ucap Miskun sambil menambahkan, di mana-mana sekarang ada
pedagang tanaman hias yang menjual rumput mutiara.
Hal ini mengingat, pemasaran di daerah seni Gianyar khususnya
cukup menjanjikan. Konsumennya pun beragam dari kalangan masyarakat
kelas ekonomi menengah atas. Termasuk juga pemilik hotel,
vila dan rumah mewah di kawasan wisata seperti Kecamatan Ubud.
‘’Konsumennya tiap hari ada saja dengan pembelian
paling sedikit 5 meter,’’ ujar Sugeng pedagang
rumput mutiara lainnya di Ubud. Jelas Sugeng, rumput mutiara
selama ini salah satu dari beberapa jenis tanaman hias yang
diperjualbelikannya permintaannya cukup ramai.
Terutamanya dibeli untuk penghijauan halaman di vila dan rumah
pribadi yang tergolong mewah. Mengingat, di kawasan desa wisata
Ubud, banyak berdiri vila dan rumah mewah selain hotel berbintang.
Semenjak pesatnya penjualan rumput mutiara, pihaknya juga
merasakan ada penurunan penghasilan yang diperolehnya. *mur
|