20 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Permintaan Sepi, Harga Rumput Mutiara Anjlok
Gianyar (BisnisBali) -Pebisnis tanaman hias jenis rumput mutiara sejak beberapa bulan terakhir ini marak di Gianyar. Hampir di tiap lahan kosong yang ada di pinggir jalan utama telah dimanfaatkan oleh pedagang untuk ditanami rumput mutiara yang akan diperjualbelikan kepada konsumen.

Pesatnya jual-beli rumput mutiara membuat persaingannya sangat ketat. Terlebih lagi, permintaannya sekarang ini sedang lesu sehingga harganya juga anjlok.

Miskun pedagang tanaman hias rumput mutiara di Jl. Raya Kemenuh, Selasa (19/2) menuturkan, semenjak banyaknya pedagang bermunculan dengan menjual produk yang sama membuat persaingan menjadi ketat. Padahal, penjualan mata dagangan tersebut khususnya untuk beberapa kawasan wisata yang ada di daerah ini masih cukup menjanjikan.

Namun, karena persaingan ketat yang ditambah makin lesunya permintaan, harga rumput mutiara yang dijualnya anjlok sampai Rp 13.000 per meter. Padahal, sebelumnya harga paling murah Rp 20.000 per meter. Sedangkan pada awal diperkenalkan kepada konsumen, nilai jualnya sempat mencapai Rp 60.000 per meter.

‘’Harga rumput mutiara terus merosot seiring dengan sepinya permintaan dan persaingan yang makin ramai,’’ ucap Miskun sambil menambahkan, di mana-mana sekarang ada pedagang tanaman hias yang menjual rumput mutiara.

Hal ini mengingat, pemasaran di daerah seni Gianyar khususnya cukup menjanjikan. Konsumennya pun beragam dari kalangan masyarakat kelas ekonomi menengah atas. Termasuk juga pemilik hotel, vila dan rumah mewah di kawasan wisata seperti Kecamatan Ubud.

‘’Konsumennya tiap hari ada saja dengan pembelian paling sedikit 5 meter,’’ ujar Sugeng pedagang rumput mutiara lainnya di Ubud. Jelas Sugeng, rumput mutiara selama ini salah satu dari beberapa jenis tanaman hias yang diperjualbelikannya permintaannya cukup ramai.

Terutamanya dibeli untuk penghijauan halaman di vila dan rumah pribadi yang tergolong mewah. Mengingat, di kawasan desa wisata Ubud, banyak berdiri vila dan rumah mewah selain hotel berbintang. Semenjak pesatnya penjualan rumput mutiara, pihaknya juga merasakan ada penurunan penghasilan yang diperolehnya. *mur
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost