01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Siasati Krisis, Pengembang Tawarkan Konsep lewat Brosur
Denpasar (BisnisBali) –Ada berbagai cara yang dilakukan pengembang untuk menjaring konsumen di tengah lesunya daya beli. Salah satunya, dengan menawarkan konsep perumahan yang akan dibangun lewat brosur.

Pelaku bisnis properti, Esi Liana, Kamis (31/1) kemarin mengatakan, menjual rumah dengan menawarkan konsep lewat brosur yang disertakan dengan spesifikasinya kini makin menjamur. ‘’Ini merupakan salah satu strategi pengembang dalam menyiasati krisis ekonomi ini,” katanya.

Ia mengatakan, penjualan rumah dengan cara seperti itu, boleh-boleh saja dilakukan sepanjang tidak merugikan konsumen. Strategi ini diterapkan pengembang agar usahanya tetap bisa jalan.

‘’Saat krisis ekonomi, banyak pengembang yang berjatuhan. Supaya tetap bisa berproduksi dan membangun, pengembang akhirnya menjual konsep dan menawarkannya kepada konsumen,” ungkapnya.

Menurut Esi, dengan menjual konsep, pengembang akan dapat terhindar dari kerugian yang lebih besar. Dengan demikian, kesulitan finansial yang dialami pengembang seperti saat krisis ekonomi tak akan terulang lagi.

“Dengan menawarkan konsep, pembiayaannya akan lebih bertumpu pada konsumen. Ini dikarenakan, ketika konsumen sudah setuju dengan konsep rumah yang ditawarkan, pengembang baru akan membangunnya. Jadi rumah yang dibangun itu, sudah pasti akan laku terjual,” katanya.

Meski demikian, kata Esi, konsumen tetap saja harus hati-hati dan waspada agar terhindar dari praktik penipuan. Konsumen yang tertarik dengan rumah yang ditawarkan itu, harus mengecek semua perizinannya, baik itu izin mendirikan bangunan (IMB), izin lokasi dan sebagainya.

‘’Jika izin yang diperlukan sudah lengkap, baru memutuskan untuk membelinya. Jadi konsumen harus hati-hati dan waspada,” ungkapnya.

Di samping itu, kata Esi, konsumen juga harus mewaspadai aksi pengembang nakal yang sengaja menjual rumah dengan menawarkan konsep. “Jangan sampai ketika uang sudah didapatkan, mereka langsung menghilang. Ini yang harus diwaspadai,” katanya. *yas


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost