Denpasar (BisnisBali) –Bagi pasangan yang baru
menikah, mencari rumah kontrakan bukanlah hal yang mudah.
Sebab mereka mesti memperhitungkan anggaran yang dimiliki
dan tetap berkiblat pada lokasi kerja.
Di samping mesti segera beradaptasi dengan lingkungan yang
baru. Demikian dikatakan salah seorang praktisi properti,
Putu Narantika, di Denpasar, Kamis (31/1) kemarin.
Menurut Narantika, mencari rumah yang terbaik, bisa jadi tidak
mudah. Perlu kesabaran untuk ‘berburu’ berhari-hari,
mesti jeli bernegoisasi dengan pihak bank, dengan pemilik
rumah, developer, pemerintah, dan hal yang lain.
‘’Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya dibicarakan
berdua terlebih dahulu. Jangan sampai permasalahan ini, membuat
suasana rumah tangga menjadi panas,’’ ujarnya.
Hal yang bisa dilakukan bagi pasangan baru dalam mencari rumah
kontrakan adalah, tempat kontrakan yang dibayar per bulan.
Kontrakan perbulan umumnya memudahkan kita untuk hunting rumah
dengan tenang. Jika memilih kontrakan dengan bayaran tahunan,
yang mungkin di atas kertas lebih murah, tapi sebenarnya secara
psikologis ini akan mendorong untuk lebih lama lagi berburu
rumah.
Di samping memilih kontrakan fully furnished. Kontrakan yang
sudah dilengkapi dengan barang-barang memungkinkan kita lebih
tenang dalam mengalokasikan uang yang telah ada.
Kita tidak lagi dipusingkan membeli spring bed, kulkas, mesin
cuci. Tidak akan dipusingkan memindahkan barang-barang tersebut
ke rumah baru.
Banyak orang mengalami ‘trauma’ setelah pernikahannya,
apalagi bila infrastruktur belum memadai. Carilah lokasi terdekat
menuju kantor calon istri, biarkan si calon memilih kriteria
tempat tinggal idaman yang dia inginkan.
Biasanya ada perbedaan cara berpikir pria dan wanita dalam
memilih tempat tinggalnya. Bicarakan dengan baik dan temukan
solusi yang paling cocok untuk masing-masing pasangan. Ada
kalanya pertimbangannya adalah lingkungan sementara di lokasi
lain bisa jadi privasi.
Surat perjanjian kontrak rumah, surat izin RT/RW, setoran
kebersihan dan hal-hal prosedural lain seputar rumah, hendaknya
disesuaikan dengan aturan main setempat. Ada pemilik rumah
yang tertib, ada yang cuek, ada yang mengharuskan tata tertib
ini dan itu. *nat/net
|