01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Agropolitan Catur akan Dijadikan Agrowisata
Bangli (BisnisBali) -Kawasan agropolitan Catur yang meliputi delapan desa dalam waktu dekat ini akan dijadikan salah satu objek agrowisata di Kintamani.

Penetapan kawasan ini menjadi kawasan agrowisata dipastikan akan menjadi objek wisata alternatif di Kintamani yang selama ini hanya mengandalkan keindahan panorama gunung dan Danau Batur saja. ” Kita telah merancang kawasan ini akan dikembangkan menjadi agrowisata,” ungkap Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Bangli I Nyoman Puja, SST, Kamis (31/1) kemarin.

Menurut Puja, penetapan kawasan agropolitan Catur sebagai kawasan agrowisata telah didahului dengan penelitian yang dilakukan salah satu perguruan tinggi di Bali. ”Selain itu, kami juga telah sempat minta masukan dari warga sekitarnya, yang pada intinya mereka sangat mendukung rencana ini,” tegas Puja.

Di kawasan ini, lanjut Puja memang tidak akan dibangun sarana perhotelan atau restoran, namun wisatawan yang akan berkunjung ke lokasi ini akan disarankan untuk menginap di rumah-rumah penduduk.

”Rancangan kita adalah membuka jalur trecking yang akan bisa dilalui oleh wisatawan selama mereka berkunjung ke lokasi ini,” jelas Puja didampingi Kabid Pengembangan Produksi Landep Sudiana.

Di lokasi ini, lanjutnya, wisatawan akan diberikan kesempatan untuk melakukan petik langsung sejumlah komoditi seperti buah jeruk dan kopi untuk dikonsumsi langsung. ”Selain itu, wisatawan juga akan bisa menikmati suasana alam yang masih alami berupa kumpulan burung yang ada di sekitar hutan,” jelasnya.

Pemkab Bangli optimis, jika kawasan ini dikembangkan akan menjadi daya tarik lain di Kintamani apalagi akses jalan sudah sangat bagus menyusul kelarnya pembangunan jembatan di Pelaga- Badung. * jel
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost