01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Boediono: Tidak Perlu Latah Sikapi Turunnya Bunga Red
Jakarta (BisnisBali) –Menko Perekonomian Boediono mengatakan, Indonesia tak perlu latah menyikapi kebijakan penurunan bunga dana Bank Sentral AS (The Fed). "Kita lihat posisi kita deh, kita jangan latah saja," kata Boediono di Jakarta, Kamis kemairn, menanggapi makin tingginya perbedaan suku bunga acuan atau BI rate dengan bunga The Fed.

Menurut Boediono, kebijakan suku bunga tidak hanya tergantung dari faktor eksternal tetapi juga faktor internal di dalam negeri terutama menyangkut inflasi. "Itu (suku bunga naik atau turun) tergantung inflasi kita, kita tunggu deh beberapa hari lagi diumumkan tingkat inflasinya," kata Boediono.

Boediono menjelaskan, kasus subprime mortgage di AS menyebabkan adanya perlambatan ekonomi di AS yang berbuntut panjang menyebabkan likuiditas agak ketat. Oleh sebab itu, The Fed menunurunkan suku bunganya.

Sementara mengenai pengaruhnya ke Indonesia, Boediono mengatakan, hal itu tergantung apakah keputusan itu bisa mengurangi perlambatan atau tidak.

The Fed kembali menurunkan suku bunganya dari 3,50 persen menjadi 3,00 persen. Beberapa waktu sebelumnya The Fed menurunkan suku bunga cukup drastis dari 4,25 persen menjadi 3,5 persen.

Sementara itu mengenai perlunya institusi penyangga pangan, Boediono mengatakan, pemerintah belum mengambil keputusan tentang hal itu. "Jadi pokoknya Bulog menjalankan apa yang sekarang sudah ditugaskan. Nanti jangka menengah kita lihat lagi peran Bulog untuk komoditi-komoditi yang lain," katanya. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost