01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

BUMN Sediakan Rp 1,3 Trilyun * Untuk Dana Tanggung Jawab Sosial
Jakarta (BisnisBali) –Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menyatakan, BUMN menyiapkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebesar Rp 1,3 trilyun pada 2008 yang akan digunakan untuk meringankan beban hidup masyarakat.

Hal itu dikemukakan Sofyan Djalil kepada wartawan seusai pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan para pemimpin BUMN di Istana Negara Jakarta, Kamis siang (31/1) kemarin.

Menurut Sofyan, program yang disiapkan adalah program jangka pendek yang langsung meringankan masyarakat, seperti pasar murah dan memberi kredit modal pengusaha kecil yang terpengaruh oleh kemungkinan kenaikan harga.

Disebutkan pula tentang pelaksanaan program pendidikan yang langsung memberi kesempatan ke lapangan kerja, misal pelatihan untuk para ahli minyak dan gas di Cepu sejumlah 200 orang. Sofyan mengatakan dana sebesar Rp 1,3 trilyun itu diambil dari keuntungan BUMN 2007.

"Dari Rp 2 trilyun kita ambil Rp 1,3 trilyun mulai Februari ini," katanya. Selain CSR, kata Sofyan, dalam rapat yang berlangsung sekitar tiga jam itu juga dibahas mengenai kontribusi BUMN dalam pengamanan APBN.

"Kita melakukan pendekatan dengan Menkeu tentang bagaimana subsidi bisa dikurangi, semisal melalui efesiensi BUMN, baik BUMN yang mengkonsumsi energi seperti Pertamina dan PLN atau yang lain," katanya.
Sofyan juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat ke semua BUMN beberapa hari lalu agar dilakukan audit energi.

"Kita akan memonitor secara sangat dekat tentang bagaimana energi konsumsi di BUMN karena ini akan langsung berdampak pada berapa subsidi yang disediakan pemerintah," katanya.

Pada kesempatan itu Sofyan juga mengatakan, proses penggantian pimpinan BUMN dilakukan dengan berbagai kriteria. "Kalau ganti ya karena habis masa jabatan atau kinerja, kalau perlu ditingkatkan dan direktur di situ tidak tepat lagi ya kita ganti.

Juga bagian dari reward punishment, kalau ada kesalahan juga kita ganti. Pertimbangannya tentu harus orang profesional dan saya harap tim yang kita bentuk itu yang terbaik di bidangnya," katanya.

Sofyan mengatakan bahwa tim untuk peremajaan direksi terdiri dari satu sampai dua orang. "Kita lihat siapa yang terbaik. Tidak ada lagi beda orang dalam dan luar, tapi terbaik di bidang masing-masing," katanya. Mengenai tenggat waktu restrukturisasi direksi PLN, Sofyan berharap pekan depan telah ada nama-nama calon.

"Serikat pekerja kita ajak diskusi, yang penting terbaik bagi PLN karena beban PLN amat besar terkait efisiensi," katanya. Turut hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Perekonomian Budiono, Menkeu Sri Mulyani, Mendag Mari Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Dirut BNI, BTN, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam, PT Telkom, PT Taspen, PT Antam dan PT Askes. *ant
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost