Denpasar (BisnisBali) - Bandara Ngurah Rai akan ditutup
selama 24 jam pada 7 Maret 2008 sejak pukul 06.00 hingga keesokan
harinya. Penutupan aktivitas bandara tersebut disampaikan
pihak bandara dalam rapat koordinasi pemantapan menjelang
Nyepi 7 Maret mendatang. Diperkirakan sekitar 85 penerbangan
domestik dan internasional.
“Pada 3 Januari lalu kita telah menyampaikan Notice
to Airmen (Notam) kepada bandara dan airlines,” ujar
General Manager (GM) Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, I
Nyoman Suwetja Putra, Kamis (31/1) kemarin usai rapat tersebut.
Dikatakan, penutupan bandara telah dilakukan oleh pihak Ngurah
Rai sejak tahun 90-an. Awalnya diakui mendapat sedikit penolakan
namun akhirnya pihak airlines dan pengguna jasa bandara dapat
mengerti.
Dikatakan, dengan penutupan tersebut diperkirakan jumlah pergerakan
pesawat yang akan dihentikan mencapai sekitar 165 hingga 170
pergerakan. Ini artinya sekitar 85 penerbangan domestik dan
internasional akan distop pada waktu tersebut. “Hampir
semua aktivitas bandara dihentikan kecuali untuk kondisi darurat
saja,” katanya.
Manager Operasi Bandara Ngurah Rai, Ketut Herdinuke menyatakan,
penghentian operasional bandara selama Nyepi sudah menjadi
hal rutin yang dilakukan bandara.
Pihak bandara telah memberitahukan penutupan bandara 3 bulan
sebelumnya. Hal ini dilakukan bandara agar pihak airlines
bisa menyesuaikan jadwal penerbangannya.
“Kita tutup aktivitas penerbangan kekeculi untuk emergency
atau evakuasi,” ujarnya. Kendati aktivitas bandara akan
tutup selama 24 jam, namun sekitar 200 orang karyawan bandara
tetap bekerja untuk antisipasi kondisi darurat. Pihak bandara
juga masih mengizinkan over fly pesawat yang melintasi Bali.
Dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan rapat dan me-review
hal-hal yang harus dilakukan selama penghentian operasional
tersebut. Pasalnya banyak orang luar yang juga terlibat yang
tidak mengerti mengenai hari Nyepi tersebut.
Dikatakan dengan penghentian operasional bandara selama 24
jam ia yakin tidak ada penumpukan setelah dan sebelum Nyepi.
Nyepi sebagai salah satu perayaan hari besar Umat Hindu beberapa
waktu lalu diusulkan untuk menjadi salah satu hari libur internasional.
Bahkan yang sering disebut the Silent Day dijadikan hari untuk
menghentian pencemaran di seluruh dunia. Tahun ini Nyepi telah
memasuki tahun Saka 1930. *wid
|