Sanur (BisnisBali) –Seperti tahun-tahun sebelumnya
perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momentum untuk menarik
kunjungan wisatawan Asia maupun wisdom ke Bali.
“Setelah beberapa even besar sukses digelar, wisatawan
yang akan merayakan Imlek di Pulau Dewata diperkirakan meningkat
jumlahnya," kata Luh Juniati Public Relation salah satu
Hotel di Sanur, Kamis (31/1) kemarin.
Ia mengatakan, momentum Tahun Baru Cina ini perlu dimanfaatkan
sebaik-baiknya oleh pelaku pariwisata di daerah ini, dengan
menyiapkan berbagai kegiatan yang bernuansa Cina seperti menggelar
pertunjukan barongsai dan naga.
Harapannya dapat menarik wisatawan domestik dan Asia, khususnya
Cina datang ke Bali dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2559 ini.
“Sejumlah hotel di daerah saat ini, saya rasa sudah
mempersiapkan diri menyambut kedatangan wisatawan domestik
maupun asing ke Bali untuk merayakan Imlek yang jumlahnya
makin signifikan tiap tahun,” katanya.
Ia menambahkan, pascakongres yang membahas perubahan iklim,
perkembangan kunjungan wisatawan ke Bali memang cukup signifikan
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan beberapa hotel
berbintang maupun melati di sini selalu dipenuhi wisatawan
yang menginap terutama saat libur panjang akhir pekan dan
peak season.
Mengenai isu larangan berkunjung ke beberapa objek wisata,
ia mengatakan seluruh jajaran pariwisata Bali termasuk pemerintah
setempat perlu secara terus-menerus memonitor perkembangan
objek tersebut. Di samping menanggapi keluhan wisatawan yang
berkunjung ke sana.
Dirinya berharap, promosi pariwisata baik di luar maupun dalam
negeri ditingkatkan secara terus-menerus, apalagi dengan adanya
isu tersebut. *pwt
|