Denpasar (BisnisBali)-Di tengah kegembiraan dinobatkan
kembali menjadi destinasi terbaik di dunia oleh Luxury travel
Megazine, muncul desakan dari Bali Tourism Board (BTB) kepada
pemerintah untuk segera memperbaiki pengelolaan objek-objek
wisata.
Semua objek wisata yang dalam wilayah masyarakat dan pemerintah
harus dikelola dengan lebih profesional alias diusahakan berbentuk
badan atau yayasan. Demikian diungkapkan Ketua BTB Ida Bagus
Ngurah Wijaya belum lama ini.
Ia mengungkapkan Bali memiliki objek wisata terlengkap di
dunia. Hanya bila tidak dikelola dengan baik akan mendatangkan
kerugian bagi pariwisata Bali itu sendiri.
Hal itu dikarenakan objek wisata ini menentukan citra Bali.
Pengelolaan objek wisata yang tidak baik akan bisa mencoreng
citra pariwisata Bali. Menurutnya, di Bali pengelolaan objek
wisata dilakukan oleh tiga pihak yakni swasta, pemerintah
dan masyarakat.
Untuk swasta, jelas Ngurah Wijaya pengelolaan objek wisatanya
telah cukup baik dan profesional. Yang perlu menjadi perhatian
adalah objek-objek yang dikelola oleh pemerintah dan masyarakat.
Ia mencontohkan objek wisata yang dikelola oleh pemerintah
dan masyarakat meliputi museum, Candidasa, Besakih, Kintamani
dan lain-lain.
Agar pengelolaan objek wisata ini bisa lebih profesional,
BTB menyarankan agar pemerintah dalam Gubernur dan Bupati
yang ada di seluruh Bali mendatangkan ahli destinasi yang
cukup andal.
Ia yakin dengan pengelolaan yang benar dan profesional objek-objek
wisata yang dimiliki Bali akan bisa memiliki nilai jual yang
lebih tinggi sehingga mampu mendatangkan manfaat yang lebih
besar.
Ia menjelaskan tiap kabupaten di Bali ini memiliki potensi
dan keunggulan tersendiri. Pemkab diminta untuk lebih kreatif
sehingga tidak hanya bergantung dari hasil limpahan PHR dari
Badung saja.
Sementara menyangkut promosi, menurut Ngurah Wijaya telah
dilakukan dengan sangat baik oleh pemerintah pusat dan swasta.
Untuk Bali diharapkan promosi dikoordinir oleh pemerintah
propinsi bukan oleh masing-masing kabupaten. “Ini akan
jauh lebih efektif dan efisien,” ujarnya. *bia
|