01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Lesu, Pasar Sepeda Motor Bekas
Denpasar (BisnisBali) –Hingga akhir Januari 2008, permintaan sepeda motor bekas mengalami kelesuan. Ini terjadi karena penjualan sepeda motor baru kian meningkat, dan pembeliannya dapat dilakukan secara kredit. Hal itu disampaikan Nengah Kertiyasa, salah seorang penjual sepeda motor bekas di Denpasar, Kamis (31/1) kemarin.

Ia mengatakan, lesunya permintaan sepeda motor bekas disebabkan kondisi ekonomi masyarakat yang tidak menentu sekarang ini. Lihat saja harga kebutuhan pokok terus mengalami peningkatan ditambah pertengahan Januari memasuki rerainan besar seperti Galungan dan Kuningan. Imbasnya minat masyarakat untuk membeli sepeda motor pun berkurang.

“Pangsa pasar motor bekas rata-rata masyarakat menengah ke bawah. Sementara, sebagian warga lainnya lebih cenderung membeli sepeda motor baru dengan cara kredit dan uang muka murah,” jelasnya.

Belum lagi, imbuhnya, harga sepeda motor bekas saat ini mengalami peningkatan berkisar Rp 200.000-Rp 300.000 per unitnya. Alhasil penjualan motor bekas tidak banyak hanya mencapai 30 unit selama sebulan. Sebelumnya ia mampu menjual motor lebih dari 45 motor setiap bulan, khususnya momen hari raya besar yang digunakan masyarakat untuk mudik ke luar Bali.

Diterangkan, stok barang yang dijual hanya sepeda motor dengan tahun-tahun muda sementara sepeda motor tahun tua yang biasa dijual pada kisaran Rp 3.000.000 – Rp 5.000.000 sudah tidak ada. “Yang ada tinggal harga kisaran Rp 7.000.000 ke atas. Itu pun barangnya juga tidak terlalu banyak. Masyarakat cenderung lebih senang produk motor Jepang,” ucapnya.

Tahun produk sepeda motor yang ditawarkan, ada yang tahun 2005, 2006, dan ada juga tahun 2007. Fokus pada tahun baru agar kondisi kendaraan yang dijual tidak diragukan dan masih dalam kondisi terbaik.

Wawan, penjual motor bekas lainnya sependapat. Permintaan sepeda motor bekas berbagai merek, menunjukkan grafik normal. Dari bulan ke bulan, jumlah kendaraan yang dibeli konsumen relatif fluktuatif. Bedanya, awal tahun cenderung menurun.

Lesunya pasar sepeda motor bekas sekarang ini, menurut Wawan, berimbas juga pada pendapatan para penjual kendaraan roda dua. Sepeda motor yang belum laku harus dirawat kembali sehingga keuntungan yang didapat makin mengecil.

“Keuntungan yang diperoleh dari penjualan sepeda motor bekas paling tinggi Rp 400.000 per unit. Dikurangi biaya perawatan, perbaikan, keuntungan yang diperoleh tinggal sedikit,” ungkapnya.

Untuk memudahkan pengurusan surat-surat kendaraan saat transaksi jual beli sepeda motor, lanjut dia, calon pembeli cukup menyiapkan kartu tanda penduduk (KTP). KTP inilah yang digunakan untuk mengurus bea balik nama (BBN) kendaraan yang dibeli. *dik

Harga Sepeda Motor Bekas

Jenis Tahun Harga
Honda Karisma 2004 Rp 8.000.000
Honda Supra X 2000 Rp 5.000.000
Suzuki Shogun 125 2004 Rp 8.000.000
Honda Supra Fit 2006 Rp 8.000.000
Honda Supra X 125-D 2006 Rp 9.500.000
Honda Supra X 125 CW 2006 Rp 10.200.000
Vario Spoke Rp 11.000.000
Yamaha VIXION 2007 Rp 17.500.000
Yamaha Jupiter Z 2007 Rp 11.500.000
Honda Vario 2006 Rp 11. 500.000
Yamaha Mio 2005 Rp 7.500.000
Sumber berbagai agen motor bekas *dik

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost