Denpasar (BisnisBali) –Hingga akhir Januari
2008, permintaan sepeda motor bekas mengalami kelesuan. Ini
terjadi karena penjualan sepeda motor baru kian meningkat,
dan pembeliannya dapat dilakukan secara kredit. Hal itu disampaikan
Nengah Kertiyasa, salah seorang penjual sepeda motor bekas
di Denpasar, Kamis (31/1) kemarin.
Ia mengatakan, lesunya permintaan sepeda motor bekas disebabkan
kondisi ekonomi masyarakat yang tidak menentu sekarang ini.
Lihat saja harga kebutuhan pokok terus mengalami peningkatan
ditambah pertengahan Januari memasuki rerainan besar seperti
Galungan dan Kuningan. Imbasnya minat masyarakat untuk membeli
sepeda motor pun berkurang.
“Pangsa pasar motor bekas rata-rata masyarakat menengah
ke bawah. Sementara, sebagian warga lainnya lebih cenderung
membeli sepeda motor baru dengan cara kredit dan uang muka
murah,” jelasnya.
Belum lagi, imbuhnya, harga sepeda motor bekas saat ini mengalami
peningkatan berkisar Rp 200.000-Rp 300.000 per unitnya. Alhasil
penjualan motor bekas tidak banyak hanya mencapai 30 unit
selama sebulan. Sebelumnya ia mampu menjual motor lebih dari
45 motor setiap bulan, khususnya momen hari raya besar yang
digunakan masyarakat untuk mudik ke luar Bali.
Diterangkan, stok barang yang dijual hanya sepeda motor dengan
tahun-tahun muda sementara sepeda motor tahun tua yang biasa
dijual pada kisaran Rp 3.000.000 – Rp 5.000.000 sudah
tidak ada. “Yang ada tinggal harga kisaran Rp 7.000.000
ke atas. Itu pun barangnya juga tidak terlalu banyak. Masyarakat
cenderung lebih senang produk motor Jepang,” ucapnya.
Tahun produk sepeda motor yang ditawarkan, ada yang tahun
2005, 2006, dan ada juga tahun 2007. Fokus pada tahun baru
agar kondisi kendaraan yang dijual tidak diragukan dan masih
dalam kondisi terbaik.
Wawan, penjual motor bekas lainnya sependapat. Permintaan
sepeda motor bekas berbagai merek, menunjukkan grafik normal.
Dari bulan ke bulan, jumlah kendaraan yang dibeli konsumen
relatif fluktuatif. Bedanya, awal tahun cenderung menurun.
Lesunya pasar sepeda motor bekas sekarang ini, menurut Wawan,
berimbas juga pada pendapatan para penjual kendaraan roda
dua. Sepeda motor yang belum laku harus dirawat kembali sehingga
keuntungan yang didapat makin mengecil.
“Keuntungan yang diperoleh dari penjualan sepeda motor
bekas paling tinggi Rp 400.000 per unit. Dikurangi biaya perawatan,
perbaikan, keuntungan yang diperoleh tinggal sedikit,”
ungkapnya.
Untuk memudahkan pengurusan surat-surat kendaraan saat transaksi
jual beli sepeda motor, lanjut dia, calon pembeli cukup menyiapkan
kartu tanda penduduk (KTP). KTP inilah yang digunakan untuk
mengurus bea balik nama (BBN) kendaraan yang dibeli. *dik
Harga Sepeda Motor Bekas
Jenis Tahun Harga
Honda Karisma 2004 Rp 8.000.000
Honda Supra X 2000 Rp 5.000.000
Suzuki Shogun 125 2004 Rp 8.000.000
Honda Supra Fit 2006 Rp 8.000.000
Honda Supra X 125-D 2006 Rp 9.500.000
Honda Supra X 125 CW 2006 Rp 10.200.000
Vario Spoke Rp 11.000.000
Yamaha VIXION 2007 Rp 17.500.000
Yamaha Jupiter Z 2007 Rp 11.500.000
Honda Vario 2006 Rp 11. 500.000
Yamaha Mio 2005 Rp 7.500.000
Sumber berbagai agen motor bekas *dik