Denpasar (BisnisBali) –Hingga saat ini, animo
masyarakat yang memanfaatkan brankas digital cukup tinggi.
Selain praktis, yakni tinggal memencet nomor pin yang telah
tersedia, brankas akan siap menampung barang berharga seperti
emas, surat-surat berharga, pratima, serta uang yang akan
disimpan.
Barang-barang ini pun aman dari bahaya kebakaran dan pencurian.
‘’Barang-barang yang berharga sangat aman bila
disimpan dalam brankas. Berkat kemajuan teknologi, kini masyarakat
sudah beralih menggunakan brankas yang menggunakan teknologi
digital,’’ ujar pemilik Herman Master Locksmith,
Chandra, di Jalan Diponegoro.
Dijelaskan, pihaknya menyediakan 2 jenis brankas, yakni brankas
manual dan brankas digital. Kata dia, brankas digital ini
rata-rata memiliki ukuran mulai 20 x 20 x 27,5 cm sampai ukuran
yang terbesar 60 x 60 x 80 cm, sedangkan brangkas manual memiliki
ukuran 39 x 43 x 53 cm sampai ukuran terbesar mencapai 100
x 100 x 200 cm.
’’Kendati ukuran brankas digital ini lebih kecil
dibandingkan brankas manual, kenyataannya permintaan brankas
digital cukup tinggi, mencapai 10 unit per bulan,’’
ungkapnya.
Lanjut Candra, permintaan brankas manual ini lebih banyak
dari perkantoran dan kalangan rumah tangga untuk menyimpan
barang berharga. Sementara, brankas digital saat ini lebih
banyak dibeli oleh pemilik vila, perhotelan dan rumah milik
tamu asing.
‘’Brankas digital ini dipilih karena cara kerjanya
lebih praktis dibandingkan brankas manual,’’ imbuhnya.
Harga brankas digital maupun brankas manual bervariasi, tergantung
ukuran dan mereknya.
Harganya mulai Rp 450.000-Rp 73.000.000 per unit. Dicontohkan,
harga brankas digital terkecil 20 cm x 20 cm x 27,5 cm ditawarkan
Rp 450.000 per unit, sedangkan brankas ukuran terbesar 100
cm x 100 cm x 200 cm ditawarkan Rp 73.000.000 per unit.
Hal senada diungkapkan Mulyadi, salah seorang penyedia brankas
digital lainnya di Jalan Teuku Umar. ‘’Brangkas
digital ini ada yang dioperasikan oleh baterai dan ada yang
menggunakan tenaga listrik,’’ ujarnya.
Lanjut dia, proses kerja keduanya ini sama-sama menggunakan
sistem elektronik. Kata dia, dalam pengoperasian brangkas
digital ini tidak menggunakan remote control melainkan menggunakan
tombol-tombol angka, huruf dan kode. *aya
|