01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Praktis, Brankas Digital kian Diminati
Denpasar (BisnisBali) –Hingga saat ini, animo masyarakat yang memanfaatkan brankas digital cukup tinggi. Selain praktis, yakni tinggal memencet nomor pin yang telah tersedia, brankas akan siap menampung barang berharga seperti emas, surat-surat berharga, pratima, serta uang yang akan disimpan.

Barang-barang ini pun aman dari bahaya kebakaran dan pencurian. ‘’Barang-barang yang berharga sangat aman bila disimpan dalam brankas. Berkat kemajuan teknologi, kini masyarakat sudah beralih menggunakan brankas yang menggunakan teknologi digital,’’ ujar pemilik Herman Master Locksmith, Chandra, di Jalan Diponegoro.

Dijelaskan, pihaknya menyediakan 2 jenis brankas, yakni brankas manual dan brankas digital. Kata dia, brankas digital ini rata-rata memiliki ukuran mulai 20 x 20 x 27,5 cm sampai ukuran yang terbesar 60 x 60 x 80 cm, sedangkan brangkas manual memiliki ukuran 39 x 43 x 53 cm sampai ukuran terbesar mencapai 100 x 100 x 200 cm.

’’Kendati ukuran brankas digital ini lebih kecil dibandingkan brankas manual, kenyataannya permintaan brankas digital cukup tinggi, mencapai 10 unit per bulan,’’ ungkapnya.

Lanjut Candra, permintaan brankas manual ini lebih banyak dari perkantoran dan kalangan rumah tangga untuk menyimpan barang berharga. Sementara, brankas digital saat ini lebih banyak dibeli oleh pemilik vila, perhotelan dan rumah milik tamu asing.

‘’Brankas digital ini dipilih karena cara kerjanya lebih praktis dibandingkan brankas manual,’’ imbuhnya. Harga brankas digital maupun brankas manual bervariasi, tergantung ukuran dan mereknya.

Harganya mulai Rp 450.000-Rp 73.000.000 per unit. Dicontohkan, harga brankas digital terkecil 20 cm x 20 cm x 27,5 cm ditawarkan Rp 450.000 per unit, sedangkan brankas ukuran terbesar 100 cm x 100 cm x 200 cm ditawarkan Rp 73.000.000 per unit.

Hal senada diungkapkan Mulyadi, salah seorang penyedia brankas digital lainnya di Jalan Teuku Umar. ‘’Brangkas digital ini ada yang dioperasikan oleh baterai dan ada yang menggunakan tenaga listrik,’’ ujarnya.

Lanjut dia, proses kerja keduanya ini sama-sama menggunakan sistem elektronik. Kata dia, dalam pengoperasian brangkas digital ini tidak menggunakan remote control melainkan menggunakan tombol-tombol angka, huruf dan kode. *aya
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost