Denpasar (BisnisBali) –Ada berbagai cara yang
dilakukan oknum pebisnis ponsel dalam memperdaya pembeli.
Di samping menjual ponsel dengan segel asli tapi palsu (aspal),
ada juga oknum yang melakukan aksinya dengan membobol segel.
Berdasarkan hasil investigasi BisnisBali di sejumlah toko
ponsel di Denpasar, Kamis (31/1) kemarin, ada modus lain yang
dilakukan pebisnis ponsel untuk meraup keuntungan. Modus itu
adalah dengan membobol segel.
Salah seorang pemilik konter ponsel di Denpasar yang menolak
identitasnya disebutkan di koran, mengaku pernah membeli ponsel
yang segelnya sudah dibobol. Ponsel yang dibelinya dari sebuah
toko distributor itu, ternyata isinya ponsel bekas. “Ketika
komplin pada toko tersebut, mereka enggan bertanggung jawab,
sehingga kami sangat kecewa,” katanya.
Ia mengakui, segel pada sebuah produk ponsel masih bisa dibobol.
Ini terbukti, ada konsumen yang mengeluh karena dos buku sudah
disegel, namun isinya produk bekas. Baterai yang digunakan
juga non-original. “Kalau sudah begini, siapa yang harus
bertanggung jawab?” katanya.
Pembobolan segel ini, tentu saja akan merugikan konsumen.
Dalam praktik ini, segel yang digunakan tetap asli namun isinya
sudah diganti. “Segel hologram yang terdapat dalam produk
ponsel masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oknum yang
tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksinya,” katanya.
Praktik pembobolan segel ini, sangat merugikan konsumen. Karena
itu, ia sangat berharap instansi terkait segera melakukan
penyelidikan agar perbuatan yang tidak terpuji itu dapat segera
dihentikan. “Kalau dibiarkan, konsumen akan sangat dirugikan,”
tegasnya. *yas