Denpasar (BisnisBali) –Selain
meningkatkan permintaan buah, momen Kuningan juga menjadi
berkah tersendiri bagi pebisnis nasi kuning karena ramainya
order pesanan dibandingkan sebelumnya.
Ramainya order disebabkan mengingat nasi kuning bagi sebagian
besar umat Hindu jadi sarana penting untuk dikonsumsi maupun
sebagai pelengkap upakara di hari Kuningan.
‘’Meski jumlahnya tak tahu secara pasti, saya
akui sejak seminggu lalu order nasi kuning ini banyak yang
meminta dan sebagian besar diperuntukkan saat Kuningan nanti,”
tutur Luh Martini, pebisnis nasi kuning di Denpasar, Kamis
(31/1) kemarin.
Terang Martini, order yang diterima tersebut ada beragam,
di antaranya mulai nasi kuning dalam bentuk tumpeng dengan
segala ukuran, punjung rayunan yang diperuntukan sebagai sesajen,
hingga nasi kuning dalam bentuk nasi yasa yang biasanya itu
akan dikonsumsi setelah acara persembahyangan. Imbuhnya, semua
itu tak heran bila nasi kuning ini jadi banyak diminati menjelang
Kuningan nanti.
Meski ramai pesanan dari hari biasanya dengan sebagai besar
datang dari kalangan rumah tangga yang tidak memiliki banyak
waktu untuk membuat keperluan sesajen tersebut, namun diakui
tidak terjadi peningkatan harga jual yang berarti pada momen
Kuningan ini.
Dalam artian harga jual, baik itu nasi tumpeng maupun nasi
yasa masih tetap sama dengan sebelumnya. “Kebetulan
harga bahan baku untuk membuat nasi yasa ini juga tidak mengalami
lonjakan tinggi, sehingga saya masih tetap bisa mempertahankan
harga jual di pasaran di kisaran Rp 5.000 per bungkus,”
ujarnya.
Imbuhnya, keberadaan bisnis nasi kuning sendiri secara umum
dinilai cukup menjanjikan untuk diusahakan. Mengingat permintaan
nasi kuning ini tidak hanya dibutuhkan pada saat hari raya
saja, namun jumlah permintaan yang relatif setabil juga dibutuhkan
pada hari-hari biasanya.
Cuma bedanya pada hari-hari biasa, nasi kuning ini lebih kepada
tampilan dalam bentuk sajian nasi bungkus dengan diimbangi
lauk pauk (bihun dan ayam sisit) dan segmen pasarnya mengarah
ke berbagai kalangan.
”Rasa khas dari bahan baku nasi kuning ini merupakan
nilai jual yang bisa dimanfaatkan untuk bersaing, baik itu
dengan bisnis nasi goreng maupun nasi campur di pasaran,”
tandasnya.
Hal serupa juga diungkapkan Supadmi, pebisnis sejenis lainnya.
Katanya, jelang Kuningan ini bisnis nasi kuning menunjukan
perkembangan yang menggembirakan, konsumen yang ingin praktis
sengaja memesan nasi kuning ini untuk digunakan sebagai sarana
sesajen.
Imbuhnya, sebenarnya untuk membuat nasi kuning sendiri relatif
mudah dan bisa dilalukan setiap orang. Sebab hanya menakar
dengan pas penggunaan bahan baku di antaranya kunyit, pandan
dan jeruk purut dalam adonan nasi, hasilnya akan enak untuk
dinikmati.
”Dalam penyajiannya, nasi kuning ini bisa disajikan
dengan memberi sedikit lauk pauk dan bihun agar bisa lebih
menggugah selera,” tegasnya.*man
|