Kuta (BisnisBali) –Mengatasi kenaikan harga
bahan baku roti dan kue yang terjadi beberapa hari terakhir,
diantisipasi para pebisnis roti dengan menawarkan variasi
bentuk yang lebih mungil dari ukuran biasanya. Tidak hanya
itu, isian yang menjadi nilai jual roti turut bervariasi ditawarkan.
“Isian ditawarkan bervariasi dengan tujuan, selain mencari
alternatif isian yang enak namun murah, juga sebagai bentuk
menghilangkan kemonotonan produk. Begitupula ukuran lebih
kecil jadi pilihan pebisnis roti untuk menekan biaya operasional
dan menghindari kerugian yang besar,” kata Sheila, pelaku
usaha roti di Kuta, Rabu (31/1) kemarin.
Jenis variasi isian yang biasanya digunakan antara lain, kacang
merah, kacang hijau, selai, meses seres, cokelat, pisang,
ubi, nanas, wortel, kentang, kelapa hingga daging.
Diterangkan, naiknya harga bahan baku roti seperti tepung
dan aneka isian sangat memberatkan usaha pembuatan roti dan
kue. Biaya operasional yang dikeluarkan mengalami penambahan
sementara dari segi penjualan tidak seberapa, karena harga
tidak mengalami peningkatan seiring naiknya harga bahan baku.
Karena itu, isian dan ukuran menjadi prioritas utama pebisnis
roti untuk mempertahankan perkembangan usaha ke depannya.
‘’Ukuran lebih mungil bukan berarti sangat kecil,
namun disesuaikan dengan harga yang akan dijual. Begitupula
terhadap kualitas, tekstur dan cita rasa tetap dipertahankan
seperti umumnya,” tuturnya sambil menyampaikan, aneka
roti ditawarkan berkisaran Rp 2.000 - Rp Rp 3.000 per bungkus
tergantung isian.
Pangsa pasar potensial dari roti masih semua kalangan masyarakat
baik menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Jenis roti
yang ramai dibeli masyarakat masih rasa cokelat, pisang, kacang
hingga aneka selai.
Diyo, pemilik usaha cake and bakery lainnya mengatakan hal
sama. Sejak harga bahan baku roti mengalami peningkatan, pebisnis
makin terbebani.
“Biaya operasional yang dikeluarkan makin besar, mengingat
hampir semua bahan baku roti merangkak naik. Salah satu jalan
agar usaha tetap berjalan tentu dengan bermain di isian dan
ukuran roti,” tegasnya.
Perkembangan produk yang dilakukan antara lain menggunakan
bahan isian secara efisien, memasarkan produk roti yang benar-benar
ramai dibeli masyarakat serta mengubah ukuran dan bentuk roti
yang dijual. “Ukuran roti memang sedikit lebih mengecil
dari ukuran biasanya, namun tidak sampai merugikan konsumen,”
paparnya. *dik
Roti Isi Pisang
Bahan :
400 gram terigu protein tinggi
100 gram tepung Self Raising
100 gram gula pasir halus
1 butir telur ayam
125 cc susu cair
125 cc air es
2 bungkus ragi instant
75 gram Mentega
Isi :
Pisang kukus, belah 2
Cokelat block, potong persegi
Keju cheddar, potong persegi
Olesan :
Kuning telur
Susu kental manis
Cara Membuat :
Campur jadi satu bahan kering ( tepung, gula, ragi instant
)
Masukkan telur, butter, susu cair dan air es, sambil dikocok
perlahan sampai kalis. Istirahatkan adonan sekitar 30 menit
hingga mengembang. Kempiskan adonan, bagi adonan @ 25 gram.
Beri isian dan bentuk sesuai selera. Istirahatkan 30 menit.
Beri olesan, taburi keju parut. Oven 180 C selama 15 menit.
Angkat siap disajikan. *net/dik