01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Harga Bahan Baku Naik Ukuran Roti Diperkecil dan Isian makin Variatif
Kuta (BisnisBali) –Mengatasi kenaikan harga bahan baku roti dan kue yang terjadi beberapa hari terakhir, diantisipasi para pebisnis roti dengan menawarkan variasi bentuk yang lebih mungil dari ukuran biasanya. Tidak hanya itu, isian yang menjadi nilai jual roti turut bervariasi ditawarkan.

“Isian ditawarkan bervariasi dengan tujuan, selain mencari alternatif isian yang enak namun murah, juga sebagai bentuk menghilangkan kemonotonan produk. Begitupula ukuran lebih kecil jadi pilihan pebisnis roti untuk menekan biaya operasional dan menghindari kerugian yang besar,” kata Sheila, pelaku usaha roti di Kuta, Rabu (31/1) kemarin.

Jenis variasi isian yang biasanya digunakan antara lain, kacang merah, kacang hijau, selai, meses seres, cokelat, pisang, ubi, nanas, wortel, kentang, kelapa hingga daging.

Diterangkan, naiknya harga bahan baku roti seperti tepung dan aneka isian sangat memberatkan usaha pembuatan roti dan kue. Biaya operasional yang dikeluarkan mengalami penambahan sementara dari segi penjualan tidak seberapa, karena harga tidak mengalami peningkatan seiring naiknya harga bahan baku. Karena itu, isian dan ukuran menjadi prioritas utama pebisnis roti untuk mempertahankan perkembangan usaha ke depannya.

‘’Ukuran lebih mungil bukan berarti sangat kecil, namun disesuaikan dengan harga yang akan dijual. Begitupula terhadap kualitas, tekstur dan cita rasa tetap dipertahankan seperti umumnya,” tuturnya sambil menyampaikan, aneka roti ditawarkan berkisaran Rp 2.000 - Rp Rp 3.000 per bungkus tergantung isian.

Pangsa pasar potensial dari roti masih semua kalangan masyarakat baik menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Jenis roti yang ramai dibeli masyarakat masih rasa cokelat, pisang, kacang hingga aneka selai.

Diyo, pemilik usaha cake and bakery lainnya mengatakan hal sama. Sejak harga bahan baku roti mengalami peningkatan, pebisnis makin terbebani.

“Biaya operasional yang dikeluarkan makin besar, mengingat hampir semua bahan baku roti merangkak naik. Salah satu jalan agar usaha tetap berjalan tentu dengan bermain di isian dan ukuran roti,” tegasnya.

Perkembangan produk yang dilakukan antara lain menggunakan bahan isian secara efisien, memasarkan produk roti yang benar-benar ramai dibeli masyarakat serta mengubah ukuran dan bentuk roti yang dijual. “Ukuran roti memang sedikit lebih mengecil dari ukuran biasanya, namun tidak sampai merugikan konsumen,” paparnya. *dik

Roti Isi Pisang
Bahan :

400 gram terigu protein tinggi
100 gram tepung Self Raising
100 gram gula pasir halus
1 butir telur ayam
125 cc susu cair
125 cc air es
2 bungkus ragi instant
75 gram Mentega

Isi :

Pisang kukus, belah 2
Cokelat block, potong persegi
Keju cheddar, potong persegi
Olesan :
Kuning telur
Susu kental manis

Cara Membuat :

Campur jadi satu bahan kering ( tepung, gula, ragi instant )
Masukkan telur, butter, susu cair dan air es, sambil dikocok perlahan sampai kalis. Istirahatkan adonan sekitar 30 menit hingga mengembang. Kempiskan adonan, bagi adonan @ 25 gram.
Beri isian dan bentuk sesuai selera. Istirahatkan 30 menit.
Beri olesan, taburi keju parut. Oven 180 C selama 15 menit. Angkat siap disajikan. *net/dik


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost