Singaraja (BisnisBali) –Munculnya
isu bahwa beberapa kinerja Perusahan Daerah (PD) yang kurang
memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD)
Buleleng kini mendapat sorotan tajam dari tim investasi
Pemkab Buleleng.
Sebenarnya ada dua PD yang dinilai kinerjanya kurang maksimal
terutama sumbangan PAD masih minim. Kedua PD itu yakni PD
Pasar Buleleng dan PD Suwatantra Buleleng.
Sementara satu PD yang memiliki prestasi baik termasuk sumbangan
kepada PAD terus meningkat adalah Perusahan Daerah Air Minum
(PDAM) Buleleng.
Untuk tahap pertama, tim investasi mengevaluasi PD Suwatantra,
Kamis (31/1) kemarin di ruang rapat kantor bupati. Evaluasi
ini dipimpin langsung ketua tim Ketut Gelgel Ariadi yang
juga Asisten II Setda Kabupaten Buleleng.
Usai evaluasi itu Gelgel Ariadi didampingi sekretarisnya
Komang Suhartini menegaskan, evaluasi ini dilakukan secara
menyeluruh terkait manajemen PD Suwatantra Buleleng. Hanya
evaluasi tahap awal ini pihaknya baru mempelajari laporan
dari direksi PD Suwatantra.
Selanjutnya tim akan mengkaji laporan tersebut dan pada
13 Februari nanti baru akan disimpulkan hasil evaluasi tersebut
apakah PD Suwatantra dinilai berhasil dalam menjalankan
usaha atau malah sebaliknya. “Ini baru evaluasi awal
dan kami akan pelajari dulu laporannya, setelah itu baru
nanti diputuskan hasil evaluasinya,” ungkap Gelgel
Ariadi.
Menurutnya, selama ini memang kinerja PD Suwatantra belum
sesuai harapan terutama dari segi keberhasilan dalam menyumbangkan
pendapatannya. Ia tidak berani menyatakan kondisi ini terjadi
karena direksi yang tak maksimal dalam mengelola usahanya.
Tetapi kondisi riil di lapangan juga patut dipertimbangkan
yakni lahan yang dikelola memiliki kemiringan yang tinggi
sehingga otomatis hasilnya tidak bisa maksimal. Walau demikian
kondisinya, Gelgel menyatakan, jika nanti terjadi pergantian
direksi, maka diharapkan calon direksi itu harus betul-betul
memiliki kemampuan untuk mengelola usaha perkebunan dengan
maksimal.
“Masalah kecilnya kontribusi PAD oleh PD Suwatantra
ini sudah diketahui publik. Untuk itu ke depan jika Bupati
memutuskan pergantian direksi kami harapkan calon direksinya
betul-betul mampu mengelola usaha perkebunan ini,”
jelasnya.
Sementara dari kutipan laporan PD Suwatantra disebutkan
bahwa lahan perkebunan yang dikelola lokasinya tersebar
di beberapa desa di Buleleng. Lahan yang dikelola terdiri
atas lahan dengan status hak guna usaha (HGU). Lahan ini
luasnya 47.210 hektar.
Selain itu, ada juga lahan yang dibeli oleh pemerintah kemudian
menjadi aset dan dikelola PD Suwatantra luasnya 40.612 haktar.
Komoditi yang bisa dikembangkan pada lahan itu meliputi
kopi (arabika dan robusta), kakao, cengkeh, kelapa, dan
mangga.
Sementara masalah sistem pengelolaannya, pihak PD Suwatantra
mencarikan tenaga penggarap dari warga masyarakat di desa
terkait. Masalah target penyetoran PAD tahun 2007 yang lalu
yang ditetapkan Rp 26 juta, PD Suwatantra berhasil merealisasikan
Rp 30 juta. *mud
---
|