01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Kontribusi PAD Minim,Kinerja PD Dievaluasi

Singaraja (BisnisBali) –Munculnya isu bahwa beberapa kinerja Perusahan Daerah (PD) yang kurang memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Buleleng kini mendapat sorotan tajam dari tim investasi Pemkab Buleleng.

Sebenarnya ada dua PD yang dinilai kinerjanya kurang maksimal terutama sumbangan PAD masih minim. Kedua PD itu yakni PD Pasar Buleleng dan PD Suwatantra Buleleng.

Sementara satu PD yang memiliki prestasi baik termasuk sumbangan kepada PAD terus meningkat adalah Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng.

Untuk tahap pertama, tim investasi mengevaluasi PD Suwatantra, Kamis (31/1) kemarin di ruang rapat kantor bupati. Evaluasi ini dipimpin langsung ketua tim Ketut Gelgel Ariadi yang juga Asisten II Setda Kabupaten Buleleng.

Usai evaluasi itu Gelgel Ariadi didampingi sekretarisnya Komang Suhartini menegaskan, evaluasi ini dilakukan secara menyeluruh terkait manajemen PD Suwatantra Buleleng. Hanya evaluasi tahap awal ini pihaknya baru mempelajari laporan dari direksi PD Suwatantra.

Selanjutnya tim akan mengkaji laporan tersebut dan pada 13 Februari nanti baru akan disimpulkan hasil evaluasi tersebut apakah PD Suwatantra dinilai berhasil dalam menjalankan usaha atau malah sebaliknya. “Ini baru evaluasi awal dan kami akan pelajari dulu laporannya, setelah itu baru nanti diputuskan hasil evaluasinya,” ungkap Gelgel Ariadi.

Menurutnya, selama ini memang kinerja PD Suwatantra belum sesuai harapan terutama dari segi keberhasilan dalam menyumbangkan pendapatannya. Ia tidak berani menyatakan kondisi ini terjadi karena direksi yang tak maksimal dalam mengelola usahanya.

Tetapi kondisi riil di lapangan juga patut dipertimbangkan yakni lahan yang dikelola memiliki kemiringan yang tinggi sehingga otomatis hasilnya tidak bisa maksimal. Walau demikian kondisinya, Gelgel menyatakan, jika nanti terjadi pergantian direksi, maka diharapkan calon direksi itu harus betul-betul memiliki kemampuan untuk mengelola usaha perkebunan dengan maksimal.

“Masalah kecilnya kontribusi PAD oleh PD Suwatantra ini sudah diketahui publik. Untuk itu ke depan jika Bupati memutuskan pergantian direksi kami harapkan calon direksinya betul-betul mampu mengelola usaha perkebunan ini,” jelasnya.

Sementara dari kutipan laporan PD Suwatantra disebutkan bahwa lahan perkebunan yang dikelola lokasinya tersebar di beberapa desa di Buleleng. Lahan yang dikelola terdiri atas lahan dengan status hak guna usaha (HGU). Lahan ini luasnya 47.210 hektar.

Selain itu, ada juga lahan yang dibeli oleh pemerintah kemudian menjadi aset dan dikelola PD Suwatantra luasnya 40.612 haktar. Komoditi yang bisa dikembangkan pada lahan itu meliputi kopi (arabika dan robusta), kakao, cengkeh, kelapa, dan mangga.

Sementara masalah sistem pengelolaannya, pihak PD Suwatantra mencarikan tenaga penggarap dari warga masyarakat di desa terkait. Masalah target penyetoran PAD tahun 2007 yang lalu yang ditetapkan Rp 26 juta, PD Suwatantra berhasil merealisasikan Rp 30 juta. *mud
---

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost