01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Kadin Ajak Investor Garap Pembangkit Listrik Mini
Surabaya (BisnisBali) –Gagasan pembangunan mini power plant (pembangkit listrik mini) berkapasitas 3-5 MW (megawatt) di 38 kabupaten/kota di Jatim terus diseriusi. Salah satunya, saat ini sedang dilakukan kajian teknis dari tim PLN Distribusi Jatim.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Erlangga Satriagung mengungkapkan, sudah sejak tiga pekan lalu tim PLN melakukan kajian perihal studi kelayakan terkait areal yang akan dibangun pembangkit, serta riset bahan baku yang sesuai dengan masing-masing kabupaten/kota. “Kami berharap bulan depan sudah ada hasil yang bisa direkomendasikan,” ujarnya, Jumat (31/1) kemarin.

Menurutnya, bulan depan bersama Pemprop Jatim, pihaknya akan mengundang para calon investor dan kalangan perbankan guna membicarakan masalah pembiayaan.

Dari kalkukasinya, kebutuhan untuk tiap 1 megawatt akan membutuhkan investasi Rp 15 milyar. “Bank-bank banyak yang interes, sebab proyek ini merupakan captive market,” katanya.

Erlangga menambahkan, di samping via bank, alternatif pembiayaan bisa dilakukan oleh pemkab/kota, apalagi mereka punya kemampuan membiayainya lewat APBD.

Dalam jangka waktu empat tahun investasinya akan kembali dan bisa jadi pendapatan asli daerah. Selain itu pihak pemkab/kota juga bisa menggandeng investor swasta. “Yang jelas, PLN akan sanggup untuk membeli,” tukasnya.

Dijelaskan, pembangkit yang diproyeksikan akan memakai tenaga mikro hidro, angin, dan sabut kelapa tersebut memang menjadi sebuah keharusan jika melihat kondisi kelistrikan di Jatim yang terus defisit.

Di samping itu, ekspektasi tepat waktunya proyek 10 ribu MW juga masih menjadi tanda tanya. “Kita harus mengubah mindset bahwa urusan listrik harus bergantung pada PLN,” ucapnya.

Menurut Erlangga, masalah suplai kelistrikan terutama bagi kalangan industri dan perdagangan harus mendapat porsi perhatian yang besar. Dia khawatir, apa yang kerap terjadi di luar Jawa yakni listrik kerap byar pet sewaktu-waktu bisa terjadi di Jatim jika semua pihak saling berpangku tangan menunggu aksi PLN. *ton

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost