01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Kacang Tanah, Primadona Warga Tembuku * Produk Olahan Tembus Ekspor
Bangli (BisnisBali) -Selain dikenal sebagai sentra penghasil kakao, wilayah Kecamatan Tembuku saat ini dikenal sebagai sentra penhasil kacang tanah terbesar di Bangli.

Produk kacang tanah di Tembuku selain untuk memenuhi kebutuhan pasar di luar Bali, juga diolah menjadi kacang asin yang produksinya telah berhasil menembus pasar ekspor seperti ke Jepang.

”Di kelompok tani kami luas lahan untuk budi daya kacang tanah sekitar 50 hektar, namun tahun ini hanya ditanami sekitar 25 hektar,” ungkap I Made Sucita salah seorang petani kacang tanah asal Penida Kelod, Tembuku ketika dimintai konfirmasinya, Kamis (31/1) kemarin. Sucita mengemukakan, saat ini harga kacang tanah di pasaran sedang tinggi-tingginya yakni mencapai Rp 2.500 per kilo.

Hal ini tentunya sangat memberikan keuntungan bagi petani di sekitarnya. ”Saat ini harganya tergolong cukup tinggi. Oleh sebab itu, kami sangat antusias dalam pengembangan produk pertanian ini,” tegas Sucita.

Menurut Sucita, membudidayakan kacang tanah bagi hampir sebagian warga Tembuku memang bukan hal baru lagi. Sebab di tengah keterbatasan pengairan, warga memang secara rutin menanam palawija sebagai tanaman sela di persawahan mereka.

”Kacang tanah memang merupakan salah satu alternatif menguntungkan bagi kami,” ujarnya. Di tempat terpisah, Bupati Bangli I Nengah Arnawa, S.Sos. M.M., mengakui jika produk kacang tanah di Bangli memiliki kualitas yang sangat baik.

Hal inilah yang menyebabkan produk olahan kacang tanah di Bangli seperti kacang asin yang diproduksi salah satu kelompok tani di Kintamani berhasil menembus pasar Jepang. ”Selain renyah, rasa kacang tanah Bangli memang berbeda dengan produksi dari daerah lainnya,” tegas Bupati Arnawa dalam salah satu kesempatan. *jel
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost