01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Kebakaran Hutan Bali, 90 % Akibat Ulah Manusia
Denpasar (BisnisBali) - Penurunan kualitas hutan lindung di Bali di antaranya akibat kebakaran hutan. Hanya 10 % kebakaran hutan ini karena faktor alam. Bahkan, 90 % ini kebakaran hutan lindung di Bali oleh kesengajaan manusia.

Demikian dikemukakan Kasubdin Pembinaan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Propinsi Bali, Nyoman Silanawa, Kamis (31/1) kemarin.

Dikatakan, luas hutan lindung di Bali sampai tahun 2007 masih sesuai dengan data hutan lindung pada tahun 2004 berkisar 95.766,06 hektar. Hanya saja, kualitas hutan di Bali mengalami penurunan akibat kebakaran hutan. Hutan lindung ini sudah sempat direboisasi.

Ia melihat antara jumlah tanaman hutan yang rusak dengan yang direboisasi tidak seimbang. Ini dalam artian laju kerusakan hutan lebih tinggi daripada rahabilitasi hutan.

Dijelaskan, kerusakan hutan di Bali mencapai 1.000 hektar per tahun. Kerusakan hutan ini karena bencana alam, penebangan liar, termasuk kebakaran hutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan hutan di Bali lebih banyak karena kebakaran hutan. Seperti pada tahun 2005 kebakaran hutan di Bali mencapai 700 hektar.

Kebakaran hutan ini banyak terjadi di daerah kering seperti Pulaki Buleleng, kaki Gunung Batur, kaki dan puncak Gunung Agung. Tahun 2007 ini kebakaran hutan di Bali hanya terjadi berkisar 20 hektar. Penurunan angka kebakaran hutan tahun 2007 ini dikarenakan percepatan musim penghujan.

Sementara untuk hutan yang lebat (banyak pohon ketimbang semak belukar) seperti hutan rakyat sangat jarang terjadi kebakaran. Kebakaran hutan ini umumnya disebabkan oleh masyarakat lokal yang sengaja membakar hutan.

Ini dilakukan dengan harapan semak belukar dan hutan yang dibakar pada musim hujan bisa ditumbuhi rumput yang lebih bagus secara alami. Tujuan lain, masyarakat lokal memang khusus membakar hutan untuk ditanami rumput gajah.

Nyoman Silanawa mencontohkan beberapa masyarakat di dareah Karangasem dan Bangli rata-rata sudah memiliki lahan khusus menanam rumput termasuk di bawah pohon besar. Bagi masyarakat lain akan ikut berupaya menanam rumput dengan cara membakar hutan untuk lahan tanaman rumput. *kup

Data Kawasan Hutan Lindung di Propinsi Bali Sampai Desember 2004
Kota Hutan Lindung (hektar)

Jembrana 32.974,97
Buleleng 31.936,32
Badung 1.126,90
Denpasar -
Gianyar -
Bangli 6.239,01
Klungkung 804,50
Karangasem 14.016,12
Jumlah 95.766,06

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost