01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Bertahan, Harga Sayur Toge dan Embuatan
Singaraja (BisnisBali) -Walaupun harga kedelai mahal dan langka, namun harga sayur toge dan juga embutan masih tetap bertahan. Hal ini terjadi lantaran para pembuat toge maupun embutan khawatir jika harga produksinya dinaikkan, maka konsumen akan lari.

Saat ini harga sayur taoge Rp 2.500 per kilogram dan embutan Rp 3.000 tiap kilogram. Komang Sadianing pembuat toge di Banjar Peken, Desa Anturan, Kamis (31/1) kemarin menceritakan, sejak dua bulan ini pasokan kedelai dari langgananya tersendat.

Jika sebelumnya setiap hari ia menerima pasokan kedelai, namun saat ini dirinya harus menunggu hingga berminggu-minggu baru mendapatkan pasokan kedelai.

Ia mencoba untuk membeli kedelai langsung di pasar. Namun kondisinya sama saja pedagang pengencer juga kesulitan mendapatkan pasokan kedelai dan jika dapat membeli harganya mahal.

‘’Maunya biar usaha tetap jalan sehingga saya coba beli kedelai di pasar, namun sama saja pedagang pengecer juga sedikit yang menjual kedelai dan harganya mahal,’’ katanya.

Menurut Sadianing, setiap hari memproduksi toge dari bahan baku kacang ijo. Selain itu ia, juga memproduksi embutan yang dibuat dari biji kedelai. Harga taoge Rp 2.500 dan embutan Rp 3.000 tiap kilogram.

Harga bahan baku terutama kedelai dirasakan Sadianing naik tajam dibandingkan harga lama. Satu kilogram kedelai kini harganya Rp 8.000. Pada kondisi normal harganya Rp 6.000 tiap kilogram. Sementara harga kacang ijo juga naik dari harga lama Rp 6.500 kini naik menjadi Rp 7.500 per kilogram.

Senada diungkapkan pembuat taoge di banjar yang sama bernama Nengah Taman. Ia mengatakan, selama pasokan kedelai tersendat dan harganya yang melonjak usahanya menjadi terhenti hingga dua bulan terakhir ini. Untuk mengisi waktu luang ini ia memelihara ternak babi. (mud)

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost