Denpasar (BisnisBali) -Mengembangkan komoditi hortikultura
dilaksanakan melalui pendekatan agrobisnis, peluang pasar
dan kesesuaian agroklimat.
Untuk itu, komoditi hortikultura seperti sayur-mayur, buah-buahan,
bunga dan lainnya di perkotaan diarahkan melalui pembentukan
sentra-sentra produksi. Yakni melalui kelompok tani hortikultura.
Kelompok tersebut mesti memenuhi skala komersial. Kelompok
tani terbentuk dan dilaksanakan secara terpadu. Kemudian pelaksanaannya
diwujudkan secara bertahap dan berkesinambungan. Hal ini dikatakan
Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar, Ir. Nengah
Udiarsha, M.Si., baru ini.
Udiarsha mengatakan, melalui pendekatan agrobisnis diyakini
mampu mengembangkan sektor pertanian hortikultura di perkotaan.
Akibat lahan sempit seharusnya mampu memproduksi hasil bumi
yang sangat dibutuhkan konsumen.
‘’Strategi pengembangan hortikultura di perkotaan
seperti Denpasar harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi
di masing-masing empat kecamatan.
Strategi ini ditekankan pada peningkatan produktivitas, mutu
produk dan total produksi,’’ jelas Udiarsha sambil
menegaskan mendukung strategi pengembangan hortikultura yang
mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing, diperlukan
dukungan paket teknologi yang sesuai dan dapat diterapkan
di Denpasar.
Di samping itu peningkatan kualitas petani/kelompok tani merupakan
unsur penting yang memerlukan keberhasilan pengembangan agrobisnis
hortikultura di Kota Denpasar.
Udiarsha menambahkan, dalam pengembangan pertanian hortikultura
secara bertahap diperlukan pelatihan dan magang. Hal ini akan
diterapkan bagi petani yang berkeinginan untuk mengembangkan
hortikultura.
Untuk meningkatkan daya saing produk petani, khususnya dalam
penerapan teknologi, budi daya, dan pascapanen serta pemasarannya
melalui pengembangan kelompok tani.
‘’Melalui pelatihan dan magang merupakan salah
satu faktor kunci meningkatkan daya saing produk hortikultura.
Pasalnya kebutuhan masyarakat Kota Denpasar terhadap produk
hortikultura seperti buah-buahan, sayur dan bunga cukup tinggi.
Di samping itu juga produk hortikultura untuk kebutuhahn hotel
dan restoran,’’ tambahnya.
Udiarsha mengakui potensi lahan di Denpasar yang seharusnya
dapat ditanami tanaman hortikultura belum dimanfaatkan secara
optimal dan maskimal.
Apabila dapat dimanfaatkan untuk lahan hortikultura, perlu
diperhatikan untuk menjaga kuantitas dan kualitas produk.
Caranya dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan
dan magang. Pengembangan agribisnis hortikultura merupakan
program yang tepat dan sesuai dengan potensi yang ada di Kota
Denpasar. *sta
|