01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Kembangkan Hortikultura dengan Pendekatan Agrobisnis
Denpasar (BisnisBali) -Mengembangkan komoditi hortikultura dilaksanakan melalui pendekatan agrobisnis, peluang pasar dan kesesuaian agroklimat.

Untuk itu, komoditi hortikultura seperti sayur-mayur, buah-buahan, bunga dan lainnya di perkotaan diarahkan melalui pembentukan sentra-sentra produksi. Yakni melalui kelompok tani hortikultura.

Kelompok tersebut mesti memenuhi skala komersial. Kelompok tani terbentuk dan dilaksanakan secara terpadu. Kemudian pelaksanaannya diwujudkan secara bertahap dan berkesinambungan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar, Ir. Nengah Udiarsha, M.Si., baru ini.

Udiarsha mengatakan, melalui pendekatan agrobisnis diyakini mampu mengembangkan sektor pertanian hortikultura di perkotaan. Akibat lahan sempit seharusnya mampu memproduksi hasil bumi yang sangat dibutuhkan konsumen.

‘’Strategi pengembangan hortikultura di perkotaan seperti Denpasar harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi di masing-masing empat kecamatan.

Strategi ini ditekankan pada peningkatan produktivitas, mutu produk dan total produksi,’’ jelas Udiarsha sambil menegaskan mendukung strategi pengembangan hortikultura yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing, diperlukan dukungan paket teknologi yang sesuai dan dapat diterapkan di Denpasar.

Di samping itu peningkatan kualitas petani/kelompok tani merupakan unsur penting yang memerlukan keberhasilan pengembangan agrobisnis hortikultura di Kota Denpasar.

Udiarsha menambahkan, dalam pengembangan pertanian hortikultura secara bertahap diperlukan pelatihan dan magang. Hal ini akan diterapkan bagi petani yang berkeinginan untuk mengembangkan hortikultura.

Untuk meningkatkan daya saing produk petani, khususnya dalam penerapan teknologi, budi daya, dan pascapanen serta pemasarannya melalui pengembangan kelompok tani.

‘’Melalui pelatihan dan magang merupakan salah satu faktor kunci meningkatkan daya saing produk hortikultura. Pasalnya kebutuhan masyarakat Kota Denpasar terhadap produk hortikultura seperti buah-buahan, sayur dan bunga cukup tinggi. Di samping itu juga produk hortikultura untuk kebutuhahn hotel dan restoran,’’ tambahnya.

Udiarsha mengakui potensi lahan di Denpasar yang seharusnya dapat ditanami tanaman hortikultura belum dimanfaatkan secara optimal dan maskimal.

Apabila dapat dimanfaatkan untuk lahan hortikultura, perlu diperhatikan untuk menjaga kuantitas dan kualitas produk. Caranya dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan magang. Pengembangan agribisnis hortikultura merupakan program yang tepat dan sesuai dengan potensi yang ada di Kota Denpasar. *sta
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost