Denpasar (BisnisBali) – Aromaterapi, merupakan
salah satu terapi kecantikan yang biasanya menjadi bagian
dari spa. Umumnya, jasa spa menggunakan wewangian dari bahan
alami yang diracik sesuai kebutuhan dengan bantuan alat atau
teknologi tertentu.
Saat ini masyarakat Bali tidak saja mampu memperdagangkan
barang seni ke luar negeri, tetapi juga minyak aroma wewangian
alami (aromaterapi). Minyak wewangian yang masih diproduksi
secara terbatas ini banyak diminati pasar Italia, Jepang dan
Amerika Serikat, sehingga berpotensi untuk berkembang ke depannya.
Hal itu diungkapkan I Gusti Lanang Mertha, salah seorang pengekspor
aromaterapi, di Sanur, Rabu (30/1) kemarin. Lanjut dia, di
Bali kini banyak usaha industri kecil dan rumah tangga yang
memproduksi minyak wangi alami itu.
‘’Para pengusaha memanfaatkan bahan baku minyak
kelapa dicampur bunga-bungaan produksi daerah ini, ditambah
obat khusus hingga mampu menebarkan aroma wangi,’’
ujarnya.
Minyak wewangian ini, ia sengaja perdagangkan bersamaan dengan
lilin dan dupa wangi. Kata dia, produk tersebut ternyata banyak
peminatnya, terutama para penekun ilmu pengetahuan spiritual
yang bermunculan di berbagai belahan dunia.
‘’Hingga kini kami belum mampu memenuhi semua
permintaan akan sarana pewangi tersebut yang banyak diminta
kalangan pengusaha asal Jepang, Malaysia, Singapura, untuk
sarana mempercantik diri,’’ ungkapnya.
Kelebihan aromaterapi ini, selain wanginya yang memberikan
respons positif, juga memberikan efek ketenangan pada pikiran
karena udara yang dihasilkan bersih dan juga oksigen untuk
membersihkan bakteri, jamur dan debu.
Kata dia, aromaterapi memberikan berbagai manfaat dan fungsi
baik pada tubuh maupun udara sekitar. Seperti sebagai pembersih
udara, penghasil oksigen, penghilang debu dan aromanya yang
menyehatkan.
Dengan melakukan parawatan rutin, manfaat aroma terapi akan
besar bagi kesehatan dan juga penampilan. Dengan berbagai
manfaat yang diberikan perawatan aroma terapi pada umumnya
dilakukan seminggu atau dua minggu sekali.
Hal senada diungkapkan Wiwit, salah seoang penyedia aromaterapi
lainnya. ‘’Minyak yang dibuat melalui proses penyulingan
oleh masyarakat Bali saat ini, jumlahnya sangat terbatas akibat
sulitnya mendapatkan bahan baku bunga dan bahan wangi-wangian
lainnya,’’ ujarnya.
Saat ini aromaterapi yang ditawarkan lebih banyak menggunakan
cara tradisional, ketimbang bantuan mesin. Konsumennya pun
lebih menyukainya.
Dengan cara dan bahan alami, harga yang harus dibayar jauh
lebih murah. Aromaterapi dikenal tidak menimbulkan efek samping
bagi pasiennya, sehingga dipercaya akan memberikan manfaat
optimal bagi kesehatan maupun kecantikan. *aya