01 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Aromaterapi Rambah Pasar Ekspor
Denpasar (BisnisBali) – Aromaterapi, merupakan salah satu terapi kecantikan yang biasanya menjadi bagian dari spa. Umumnya, jasa spa menggunakan wewangian dari bahan alami yang diracik sesuai kebutuhan dengan bantuan alat atau teknologi tertentu.

Saat ini masyarakat Bali tidak saja mampu memperdagangkan barang seni ke luar negeri, tetapi juga minyak aroma wewangian alami (aromaterapi). Minyak wewangian yang masih diproduksi secara terbatas ini banyak diminati pasar Italia, Jepang dan Amerika Serikat, sehingga berpotensi untuk berkembang ke depannya.

Hal itu diungkapkan I Gusti Lanang Mertha, salah seorang pengekspor aromaterapi, di Sanur, Rabu (30/1) kemarin. Lanjut dia, di Bali kini banyak usaha industri kecil dan rumah tangga yang memproduksi minyak wangi alami itu.

‘’Para pengusaha memanfaatkan bahan baku minyak kelapa dicampur bunga-bungaan produksi daerah ini, ditambah obat khusus hingga mampu menebarkan aroma wangi,’’ ujarnya.

Minyak wewangian ini, ia sengaja perdagangkan bersamaan dengan lilin dan dupa wangi. Kata dia, produk tersebut ternyata banyak peminatnya, terutama para penekun ilmu pengetahuan spiritual yang bermunculan di berbagai belahan dunia.

‘’Hingga kini kami belum mampu memenuhi semua permintaan akan sarana pewangi tersebut yang banyak diminta kalangan pengusaha asal Jepang, Malaysia, Singapura, untuk sarana mempercantik diri,’’ ungkapnya.

Kelebihan aromaterapi ini, selain wanginya yang memberikan respons positif, juga memberikan efek ketenangan pada pikiran karena udara yang dihasilkan bersih dan juga oksigen untuk membersihkan bakteri, jamur dan debu.

Kata dia, aromaterapi memberikan berbagai manfaat dan fungsi baik pada tubuh maupun udara sekitar. Seperti sebagai pembersih udara, penghasil oksigen, penghilang debu dan aromanya yang menyehatkan.

Dengan melakukan parawatan rutin, manfaat aroma terapi akan besar bagi kesehatan dan juga penampilan. Dengan berbagai manfaat yang diberikan perawatan aroma terapi pada umumnya dilakukan seminggu atau dua minggu sekali.

Hal senada diungkapkan Wiwit, salah seoang penyedia aromaterapi lainnya. ‘’Minyak yang dibuat melalui proses penyulingan oleh masyarakat Bali saat ini, jumlahnya sangat terbatas akibat sulitnya mendapatkan bahan baku bunga dan bahan wangi-wangian lainnya,’’ ujarnya.

Saat ini aromaterapi yang ditawarkan lebih banyak menggunakan cara tradisional, ketimbang bantuan mesin. Konsumennya pun lebih menyukainya.

Dengan cara dan bahan alami, harga yang harus dibayar jauh lebih murah. Aromaterapi dikenal tidak menimbulkan efek samping bagi pasiennya, sehingga dipercaya akan memberikan manfaat optimal bagi kesehatan maupun kecantikan. *aya

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost