Gianyar (BisnisBali) -Permintaan produk kerajinan
berupa dupa aroma terapi untuk pasar mancanegara, sampai saat
ini masih stabil. Pesanan produk kerajinan itu selama ini
paling banyak datang dari Jepang dan Amerika Serikat dengan
total omzet mencapai Rp 25 juta per bulan.
Ir. Ketut Purnawa, pengusaha dupa aroma terapi di Banjar Biya
Keramas Blahbatuh, Rabu (14/11) lalu menuturkan, aneka bentuk
dupa aroma terapi yang dibuatnya itu permintaannya selama
ini masih berjalan normal. Bahkan, ada kecenderungan mengalami
peningkatan.
Terutama dengan cara penjualan secara retail. Mengingat, kerajinan
dupanya itu sudah tersebar di toko-toko seni dan lain-lainnya
di Bali termasuk di Jawa yang juga dijual secara bebas.
Sementara itu permintaan dupa dari konsumen lokal nyaris tidak
ada lagi. Sehingga, pihaknya tidak masih melirik pasar lokal
dalam mengembangkan usahanya itu. Mengingat, produksi dupa
lokal (Bali), kalah saing dengan pengusaha dupa dari luar
daerah (Jawa).
Pengusaha dupa dari luar Bali, selain unggul dari segi harga
juga tenaga kerja. Kondisi ini membuat hampir semua perusahaan
dupa di daerah ini yang dilakukan secara kecil-kecilan tidak
bisa berkembang pesat.
‘’Saat ini saya hanya melayani permintaan dupa
aroma terapi dari pasar mancanegara. Sedangkan untuk pasar
lokal, nyaris tidak ada lagi,’’ tutur Purnama,
sambil menambahkan, aneka jenis dupa aroma terapi yang diperjualbelikannya
itu harganya mulai Rp 5.000 sampai Rp 60.000 per pcs.
Dupa aroma terapi bentuk cabai, sekarang ini banyak dipesan
oleh mitra bisnisnya di Jepang. Selain bentuk cabai, ada pula
bentuk hati, binatang dan lain-lain yang juga ada unsur seninya.
Jelas Purnama lagi, selain melakukan ekspor, pemasaran dupa
aroma terapinya selama ini juga sudah banyak menyasar kota-kota
besar di Indonesia. Seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya,
Bandung, termasuk pula kota-kota besar di kepulauan Riau seperti
Batam, Bintan dan lain-lain.
Bahkan, pihaknya sudah memiliki banyak pusat penjualan dupa
aroma terapi di kota Jakarta, yang membuat usaha pembuatan
dupanya berkembang pesat. *mur
|