16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Perajin ’’Dulang’’ Keluhkan Sulitnya Dapat Bahan Baku
Bangli (BisnisBali) -Meski permintaan di pasaran cukup tinggi, sejumlah perajin dulang di Banjar Tegalasah- Tembuku, Bangli saat ini mengeluhkan atas kelangkaan bahan baku berupa kayu albesia. Selain langka, harga di pasaran pun kini melambung hingga lebih dari tiga kali

lipat. ‘’Mau tak mau kami harus menyesuaikan harga bahan baku dengan produk kami,” ungkap Sang Ayu Ketut Kariasih, Pemilik UD Astagina yang berlokasi di Banjar Tegalasah, Tembuku, Kamis (15/11) kemarin.

Kariasih menyebutkan, sebelumnya masalah bahan baku bukanlah sesuatu yang sulit bagi perajin dulang di tempat ini. ”Dulu kami hanya tinggal mencari di tetangga bahan baku sudah ada. Namun kali ini kami harus mencari ke sejumlah tempat yang cukup jauh,” tegas Kariasih.

Ditegaskan, pihaknya berharap agar Pemkab Bangli memberikan jalan untuk mengatasi masalah bahan baku ini, mengingat jika bahan baku terus langka dikhawatirkan akan berimbas pada nasib para perajin dulang di Tembuku. ”Pemkab Bangli harus memberikan perhatian pada penyediaan bahan baku kepada perajin.

Jika tidak, lambat laun banyak perajin yang akan gulung tikar,” jelasnya. Meski dengan berat hati, lanjutnya, perajin dulang Tembuku sejak beberapa bulan terakhir ini terpaksa menaikkan harga produk mereka kepada konsumen.

Hal ini tentunya akan memberikan dampak bagi konsumen yang selama ini terbiasa dengan harga lama. ‘’Selain bahan baku berupa kayu, harga cat dan prada pun kini mulai naik, sehingga makin menambah beban kami,” ungkap Kariasih. *jel


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost