Bangli (BisnisBali) -Meski permintaan di pasaran
cukup tinggi, sejumlah perajin dulang di Banjar Tegalasah-
Tembuku, Bangli saat ini mengeluhkan atas kelangkaan bahan
baku berupa kayu albesia. Selain langka, harga di pasaran
pun kini melambung hingga lebih dari tiga kali
lipat. ‘’Mau tak mau kami harus menyesuaikan harga
bahan baku dengan produk kami,” ungkap Sang Ayu Ketut
Kariasih, Pemilik UD Astagina yang berlokasi di Banjar Tegalasah,
Tembuku, Kamis (15/11) kemarin.
Kariasih menyebutkan, sebelumnya masalah bahan baku bukanlah
sesuatu yang sulit bagi perajin dulang di tempat ini. ”Dulu
kami hanya tinggal mencari di tetangga bahan baku sudah ada.
Namun kali ini kami harus mencari ke sejumlah tempat yang
cukup jauh,” tegas Kariasih.
Ditegaskan, pihaknya berharap agar Pemkab Bangli memberikan
jalan untuk mengatasi masalah bahan baku ini, mengingat jika
bahan baku terus langka dikhawatirkan akan berimbas pada nasib
para perajin dulang di Tembuku. ”Pemkab Bangli harus
memberikan perhatian pada penyediaan bahan baku kepada perajin.
Jika tidak, lambat laun banyak perajin yang akan gulung tikar,”
jelasnya. Meski dengan berat hati, lanjutnya, perajin dulang
Tembuku sejak beberapa bulan terakhir ini terpaksa menaikkan
harga produk mereka kepada konsumen.
Hal ini tentunya akan memberikan dampak bagi konsumen yang
selama ini terbiasa dengan harga lama. ‘’Selain
bahan baku berupa kayu, harga cat dan prada pun kini mulai
naik, sehingga makin menambah beban kami,” ungkap Kariasih.
*jel
|