Denpasar (BisnisBali) –Arsitektur Bali harus
mendapat perhatian khusus, agar terselamatkan. Hal ini penting
dilakukan, mengingat derasnya berbagai pengaruh budaya luar
masuk ke daerah ini.
Demikian dikemukakan Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya
yang dibacakan Wakil Gubernur Alit Kelakan, Kamis (15/11)
kemarin saat membuka Rakerda IAI Bali, di Denpasar.
Dijelaskan, dalam menyelamatkan arsitektur Bali diperlukan
peran serta masyarakat, terutama arsitek Bali dengan segenap
tenaga ekstranya. ‘’Mereka ini mesti menyelamatkan
arsitektur Bali,’’ tegasnya lagi.
Terlebih lagi, ada peran arsitek yang bergabung dalam wadah
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Bali, bersama-sama pemerintah
dan masyarakat diyakini mampu mendorong gerak pembangunan
Bali menjadi makin sempurna di tengah desakan pengaruh budaya
asing dan kemajuan teknologi di segala bidang, yang dapat
memudarkan kekayaan budaya yang dimiliki.
Menurut Alit Kelakan, Rakerda IAI Bali diharapkan dapat menghasilkan
out put yang mampu mendapatkan interaksi dan hubungan yang
makin erat dan saling menguntungkan antarsesama tenaga ahli,
menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia yang andal.
Dalam keangotaan juga diharapkan mampu ikut menjawab kebutuhan
akan tenaga ahli, di samping terampil di bidang pengetahuan
teknis, juga paham tentang nilai-nilai yang terkandung dalam
kebudayaan Bali itu sendiri.
Kader tenaga ahli seperti ini diharapkan mampu bekerja sama,
baik dengan pemerintah maupun masyarakat dalam upaya penyelamatan,
pelestarian dan pengembangan arsitektur tradisional Bali.
Sementara itu, Ketua IAI Daerah Bali, Ir. Made Widnyana Sudibya,
IAI., mengatakan, rapat kerja ini disebut sebagai rapat pleno
anggota IAI Bali yang baru pertama kali dilaksanakan dalam
kepengurusan periode 2005-2008 karena kebutuhan sudah mendesak,
dan memantapkan keberadaan IAI bagi para anggota.
Peran serta profesi arsitek dalam pembangunan daerah dan yang
tidak kalah penting adalah manfaat keberadaan profesi arsitek
bagi masyarakat Bali.
‘’Peningkatan kemampuan profe sional bagi anggota
telah banyak dilakukan melalui berbagai kegiatan di ajang
PKB, Strata, pameran dan pengenalan produk penujang arsitektur
dalam upaya menempuh sertifikasi sebagai tenaga asitek profesional.
Kemampuan yang terukur dari kepemilikan sertifikat inilah,
yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga profesional
dalam mendukung pembangunan daerah.
Sisi program kerja internal inilah yang nantinya akan dibahas
oleh badan dalam struktur organisasi. Dari kepentingan intenal
ini rakerda merupakan pintu memasuki persiapan Musda IAI 2008
nanti,’’ terangnya.
Widnyana menambahkan, di sisi lainnya program kerja yang terkait
dengan unsur eksternal, hubungan sosial kemasyarakatan akan
digarap melalui pengabdian profesi dan sistem informasi arsitektur.
Kendati telah banyak melakukan kegiatan pengabdian profesi,
baik bersifat konsultatif maupun perencanan profesi, IAI Bali
memandang perlu meningkatkan peran sosial yang mampu membangun
manfaat bagi masyarakat Bali. Khususnya di bidang arsitektur
lokal yang merupakan warisan budaya leluhur Bali. *sta