16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Rakerda IAI Bali Selamatkan Arsitektur Bali
Denpasar (BisnisBali) –Arsitektur Bali harus mendapat perhatian khusus, agar terselamatkan. Hal ini penting dilakukan, mengingat derasnya berbagai pengaruh budaya luar masuk ke daerah ini.

Demikian dikemukakan Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Alit Kelakan, Kamis (15/11) kemarin saat membuka Rakerda IAI Bali, di Denpasar.

Dijelaskan, dalam menyelamatkan arsitektur Bali diperlukan peran serta masyarakat, terutama arsitek Bali dengan segenap tenaga ekstranya. ‘’Mereka ini mesti menyelamatkan arsitektur Bali,’’ tegasnya lagi.

Terlebih lagi, ada peran arsitek yang bergabung dalam wadah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Bali, bersama-sama pemerintah dan masyarakat diyakini mampu mendorong gerak pembangunan Bali menjadi makin sempurna di tengah desakan pengaruh budaya asing dan kemajuan teknologi di segala bidang, yang dapat memudarkan kekayaan budaya yang dimiliki.

Menurut Alit Kelakan, Rakerda IAI Bali diharapkan dapat menghasilkan out put yang mampu mendapatkan interaksi dan hubungan yang makin erat dan saling menguntungkan antarsesama tenaga ahli, menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia yang andal.

Dalam keangotaan juga diharapkan mampu ikut menjawab kebutuhan akan tenaga ahli, di samping terampil di bidang pengetahuan teknis, juga paham tentang nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan Bali itu sendiri.

Kader tenaga ahli seperti ini diharapkan mampu bekerja sama, baik dengan pemerintah maupun masyarakat dalam upaya penyelamatan, pelestarian dan pengembangan arsitektur tradisional Bali.

Sementara itu, Ketua IAI Daerah Bali, Ir. Made Widnyana Sudibya, IAI., mengatakan, rapat kerja ini disebut sebagai rapat pleno anggota IAI Bali yang baru pertama kali dilaksanakan dalam kepengurusan periode 2005-2008 karena kebutuhan sudah mendesak, dan memantapkan keberadaan IAI bagi para anggota.

Peran serta profesi arsitek dalam pembangunan daerah dan yang tidak kalah penting adalah manfaat keberadaan profesi arsitek bagi masyarakat Bali.

‘’Peningkatan kemampuan profe sional bagi anggota telah banyak dilakukan melalui berbagai kegiatan di ajang PKB, Strata, pameran dan pengenalan produk penujang arsitektur dalam upaya menempuh sertifikasi sebagai tenaga asitek profesional. Kemampuan yang terukur dari kepemilikan sertifikat inilah, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam mendukung pembangunan daerah.

Sisi program kerja internal inilah yang nantinya akan dibahas oleh badan dalam struktur organisasi. Dari kepentingan intenal ini rakerda merupakan pintu memasuki persiapan Musda IAI 2008 nanti,’’ terangnya.

Widnyana menambahkan, di sisi lainnya program kerja yang terkait dengan unsur eksternal, hubungan sosial kemasyarakatan akan digarap melalui pengabdian profesi dan sistem informasi arsitektur.

Kendati telah banyak melakukan kegiatan pengabdian profesi, baik bersifat konsultatif maupun perencanan profesi, IAI Bali memandang perlu meningkatkan peran sosial yang mampu membangun manfaat bagi masyarakat Bali. Khususnya di bidang arsitektur lokal yang merupakan warisan budaya leluhur Bali. *sta

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost